Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Korporat Untuk Acara M.I.C.E Terhadap Kualitas Pelayanan Hotel Hsth
View/ Open
Date
2013Author
Prihanto, Agus
Yuliati, Lilik Noor
Fahmi, Idqan
Metadata
Show full item recordAbstract
Hotel adalah sebagai salah satu produk pendukung pariwisata yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa akomodasi, bidang ini berkontribusi besar pada devisa suatu negara bahkan pariwisata menjadi andalan utama untuk menghasilkan devisa suatu negara. Kebutuhan akan hotel sebagai tempat tujuan wisata dan bisnis dari tahun ke tahun terus meningkat. Acara Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition (MICE) mulai menjadi salah satu agenda perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya. Kota Bogor sudah menjadi alternatif tempat tujuan acara M.ICE dari semua institusi. Hotel HSTH yang dari awal berdiri sudah fokus pada pelayanan acara MICE terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen korporat yang akan beracara. Namun seiring dengan peningkatan jumlah tamu setiap tahunnya terjadi penurunan rata-rata harga jual, sehingga menjadikan kinerja pendapatan hotel tidak optimal.
Untuk mengetahui penyebab penurunan rata-rata harga jual tersebut dan meningkatkan kinerja pendapatan hotel, maka penulis mencoba melihat sisi kualitas pelayanan hotel, dari fasilitas hingga karyawan yang menjalankan fungsi pelayanan di hotel HSTH. Maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis perbedaan tingkat kepuasan dan loyalitas tamu korporat Kementrian dan Non-kementrian yang mengadakan acara M.I.C.E di Hotel HSTH (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen korporat terhadap pelayanan acara MICE di Hotel HSTH (3) Merumuskan strategi yang dapat dilakukan Hotel HSTH untuk meningkatkan pelayanan dan memperbaiki kinerja perusahaan terkait pelayanan kepada konsumen korporat Kementrian dan Non-kementrian.
Penelitian ini dilakukan di hotel HSTH Bogor, Jawa Barat pada bulan Agustus 2012 hingga Desember 2012. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah dengan metode deskriptif, menggunakan studi kasus konsumen korporat yang pemah beracara di hotel HSTH. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber. Pengambilan contoh dalam penelitan ini dibagi menjadi dua bagian, konsumen Kementrian dan konsumen Non-kementrian. Responden dari contoh diwakili oleh contact person yang berwenang untuk memberi keputusan. Pemilihan kedua contoh ini menggunakan pendekatan confenience probability sampling (contoh berpeluang) dimana dalam penentuan contoh dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk analisis keunggulan kompetitif.
Penelitian dimulai dengan menganalisis kepentingan dan kinerja konsumen hotel HSTH dengan mengidentifikasi masing-masing faktor yang terlibat di dalamnya sekaligus. kemudian dilakukan analisis pengaruh atribut yang masuk dalam dimensi Parasuraman menggunakan analisis SEM, sehingga diketahui dimensi yang signifikan berpengaruh kepada kepuasan dan loyalitas konsumen. Setelah diketahui dimensi yang signifikan berpengaruh pada kepuasan dilakukan analisis IPA dari atribut yang masuk dalam dimensi yang signifikan berpengaruh pada kepuasan. Hasil analisis IPA dalam bentuk diagram kartesius dapat diketahui kinerja atribut yang masih perlu diperbaiki, yang sudah sesuai
dengan kepentingan konsumen, yang terlalu berlebihan kinerjanya dan yang tidak
menjadi prioritas pada kepentingan konsumen. Berikutnya dilakukan analisis CSI
dan CLI sebagai acuan dalam menilai tingkat kepuasan dan loyalitas. Keseluruhan
hasil analisis dijadikan dasar untuk membuat strategi peningkatan kualitas
pelayanan.
Awal penilaian tingkat kepentingan dan kinerja hotel, didapat hasil pada
korporat Kementrian mayoritas tingkat kinerja diatas tingkat kepentingan
responden dan untuk korporat Non-kementrian terdapat beberapa atribut yang
tingkat kinerjanya masih dibawah tingkat kepentingan responden, terutama atribut
yang masuk dalam dimensi tangible. Penilaian tingkas kepuasan dan loyalitas
pada semua responden mendapatkan hasil puas dan loyal. Setelah dilakukan
analisis SEM pada korporat Kementrian dari lima dimensi Parasuraman
didapatkan hasil dimensi tangible dan reliability tidak signifikan berpengaruh
pada kepuasan, sedangkan pada korporat Non-kementrian didapatkan hasil hanya
dimensi empathy yang tidak berpengaruh signifikan pada kepuasan. Kemudian
dilakukan analisis IPA pada dimensi yang signifikan pengaruhnya pada kepuasan.
Dari analisis IPA didapat hasil diagram kartesius pada korporat Kementrian, yaitu
hanya satu atribut yang masuk prioritas perbaikan (kuadran I) dan pada korporat
Non-kementrian terdapat enam atribut yang masuk prioritas perbaikan,
kebanyakan atribut yang masuk dalam dimensi tangible. Hasil pemetaan ini dapat
diajdikan acuan manajemen dalam memperbaiki kinerja hotel. Hasil analisis CSI
dan CLI pada konsumen korporat Kementrian maupun Non-kementrian semua
puas dan loyal.
Hasil analisis diatas dijadikan dasar strategi manajemen untuk
meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen kedepannya dengan
memperbaiki semua atribut yang menjadi prioritas utama kepentingan responden.
Perbaikan dilakukan karena dipandang kinerja masih kurang baik dibandingkan
kepentingan suatu atribut. Mempertahankan kinerja yang dianggap sudah sesuai
tingkat kinerja dan tingat kepentingannya, sehingga tetap konsisten dalam
memberikan kepuasan kepada responden. Mengurangi konsentrasi kinerja
manajemen pada atribut yang kinerjanya dianggap berlebihan, tanpa mengurangi
kualitas pelayanan yang tetap signifikan pengaruhnya pada kepuasan.
Diprioritaskan memperbaiki fisik hotel yang masuk dalam dimensi tangible
menjadi lebih baik dan indah tetapi tetap bernuansa heritage yang menjadi nilai
tambah hotel, perbaikan kualitas sumber daya manusia, dengan peningkatan
kualitas dan intensitas pelatihan yang lebih baik, mudah dicerna, interaktif dan
pengawasan serta supervisi kerja secara optimal.
Dapat disimpulkan bahwa konsumen Kementrian dan Non-kementrian
semuanya puas dan loyal pada kualitas pelayanan hotel HSTH. Masing-masing
mempunyai perbedaan tingkat kepentingan pada atribut dimensi pelayanan yang
harus dipahami oleh manajemen dalam memberikan pelayanan, sehingga dapat
lebih optimal lagi tingkat kepuasannya. Hasil analisis sangat membantu
manajemen dalam mengidentifikasi tingkat kepentingan atribut dan kualitas
pelayanan yang diberikan oleh hotel, sehingga dalam melaksanakan kebijakan
operasional dapat lebih baik, terarah dan tepat sasaran.
Collections
- MT - Business [4063]
