View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Formulasi Strategi Bagi Eksistensi Lembaga Ekolabel Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.983Mb)
      Date
      2013
      Author
      Dewi, Indra Setia
      Daryanto, Arief
      Fahmi, Idqan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilakukan di Lembaga Ekolabel Indonesia dengan tujuan (1) menganalisis faktor internal dan eksternal yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi LEI, (2) merumuskan alternatif strategi bagi LEI, dan (3) menentukan prioritas strategi manajemen yang tepat bagi organisasi. Penelitian dilakukan di Bogor selama 5 bulan mulai bulan Juli hingga Nopember 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder. Data primer berasal dari internal organisasi LEI dan eksternal yang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan kombinasi metode wawancara, pemberian kuesioner, dan FGD. Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan wawancara, kuesioner, FGD, dan literatur untuk mendapatkan informasi internal dan eksternal lembaga. Pengambilan contoh dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu memilih responden dengan sengaja sesuai dengan tujuan penelitian dengan pertimbangan responden dianggap ahli, atau memahami permasalahan yang diteliti. Responden dari internal lembaga sejumlah 9 orang yaitu Direktur Eksekutif, Ketua MPA, 6 orang perwakilan konstituen, 1 orang staf BP LEI, sedangkan responden eksternal 5 orang yaitu perwakilan lembaga sertifikasi, FKD, unir manajemen, industri, dan Kementerian Kehutanan Penelitian menggunakan metode AHP-SWOT yang merupakan metode formulasi strategi yang menggabungkan metode SWOT dengan metode AHP. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu identifikasi permasalahan dan faktor-faktor strategis internal dan eksternal, perumusan alternatif strategi, dan prioritasisasi strategi Identifikasi faktor internal dilakukan secara kualitatif melalui analisis internal manajemen lembaga. Identifikasi faktor eksternal dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, dengan metode PEST unnik menganalisis faktor eksternal makro, dan metode analisis industri Porter untuk menganalisis faktor internal mikro. Setelah faktor strategis internal dan elcsternal berupa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dapat diidentifikasi selanjutnya dilakukan pencocokan pada matriks SWOT agar dapat dihasilkan alternatif strategi bagi lembaga. Dari tahap pencocokan tersebut diperoleh 4 alternatif strategi yaitu: 1) Penguatan sistem sertifikasi LEI; 2) Meningkatkan kinerja jaringan konstituen untuk mempromosikan sistem LEI, 3) Meningkatkan pemasaran sertifikasi hutan rakyat dan hutan tanaman; 4) Memperluas jaringan pemasaran LEI yang tidak hanya meliputi anggota konstituen LEL Alternatif strategi yang dihasilkan matriks SWOT dikuantifikasikan menggunakan AHP sehingga dihasilkan bahwa strategi ST yaitu meningkatkan kinerja jaringan konstituen untuk mempromosikan sistem LEI merupakan strategi yang prioritas. Semenjak LEI menjadi CBO, LEI memiliki Garis Besar Program (GBP) yang ditetapkan melalui Kongres LEL GBP merupakan strategi umum sebagai pedoman kerja LEI, namun dalam pelaksanaannya masih memerlukan penjabaran, prasyarat, dan strategi lebih lanjut. Hingga saat ini penjabaran GBP yang diperoleh pada Rakernas merupakan daftar kerja yang diturunkan dari keinginan dan harapan para konstituen terhadap LEI, sehingga MPA LEI maupun BP LEI belum memiliki strategi yang sesuai dengan kondisi LEI dan lingkungan yang dihadapi oleh LEI. Saat ini jumlah anggota konstituen LEI berjumlah 141 orang, telah bertambah dari hanya sejumlah 31 orang pada tahun 2004. Keterbatasan sumberdaya di lingkungan internal dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan dan pencapaian tujuan organisasi. Anggota konstituen LEI dan MPA LEI juga belum secara optimal berperan dalam keterlaksanaan garis besar program LEI baik dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan program. Situasi eksternal juga mengancam eksistensi LEI seperti kebijakan pemerintah yang tidak mendukung dan masuknya inisiatif sertifikasi asing di Indonesia maupun sertifikasi wajib dari pemerintah. Dalam rangka mempertahankan eksistensi LEI di tengah perkembangan situasi eksternal maupun internal di atas, perlu dirumuskan langkah-langkah strategis. Hasil analisis faktor dengan AHP-SWOT selama kurun waktu penelitian, menghasilkan bahwa Kekuatan yang dimiliki LEI memiliki bobot terendah dari kelompok faktor yang lain yaitu 0.138. Kelemahan mempunyai bobot 0.223, Peluang mempunyai bobot 0.298, dan Ancaman mempunyai bobot 0.341. Hasil analisis sensivitas yang dilakukan terhadap faktor dan kelompok faktor menunjukkan bahwa kelompok faktor Kekuatan dan Ancaman responsif terhadap perubahan, dibandingkan dengan kelompok faktor Kelemahan. Kelompok faktor Peluang juga responsif terhadap perubahan. Untuk memperbaiki Kelemahan, LEI direkomendasikan agar memperbaiki Kekuatan. Hasil analisis AHP-SWOT juga merekomendasikan agar LEI memprioritaskan strategi yang memanfaatkan Kekuatan untuk mengatasi Ancaman, atau strategi ST yaitu meningkatkan kinerja jaringan konstituen untuk memperkuat implementasi sertifikasi LEI. Ketiga strategi lain yang dihasilkan dari analisis SWOT dengan prioritas di bawah strategi ST adalah : penguatan sistem sertifikasi LEI, meningkatkan pemasaran sertifikasi hutan rakyat dan hutan tanaman, dan memperluas jaringan pemasaran LEI yang tidak hanya meliputi anggota konstituen LEI. Bagi manajemen disarankan untuk lebih memanfaatkan Kekuatan yang dimiliki yaitu Sistem Sertifikasi, CBO, MPA dan Konstituen, dan Pengelolaan Keuangan yang baik untuk memperbaiki Kelemahan yang ada. Kelemahan bila fokus untuk diperbaiki tidak dapat secara signifikan mempengaruhi faktor yang lain namun dapat menghambat pelaksanaan program-program LEI, yang ditunjukkan dengan bobot Kelemahan yang lebih tinggi daripada bobot Kekuatan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167080
      Collections
      • MT - Business [4063]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository