Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pengembalian Kredit dan Analisis Kinerja Pada Credit Union (Studi Kasus: Koperasi Takera)
View/ Open
Date
2015Author
Rasyidi, Achyar
Firdaus, M.
Sasongko, Hendro
Metadata
Show full item recordAbstract
Selama ini Kopdit Takera dalam melakukan pengukuran kinerja lebih
menekankan pada aspek finansial berdasarkan PEARLS Monitoring System yang
ditetapkan oleh WOCCU dan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha
Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 14/per/M.KUKM/XII/2009,
namun tidak cukup strategik dalam menilai kinerja. Saat ini Kopdit Takera
memiliki tingkat Non Performing Loan (NPL) yang tinggi yaitu 6,60 persen. Ini
menjadi salah satu faktor penghambat kinerja untuk menguatkan economic
sustainability dan social sustainability. Evaluasi kinerja dari sisi keuangan saja,
terutama NPL tidak cukup untuk menguatkan economic sustainability dan social
sustainability sehingga dibutuhkan evaluasi kinerja yang lebih komprehensif
dengan mempertimbangkan faktor NPL dalam perspektif keuangan untuk
mengukur kinerja keuangan dan non keuangan dengan menggunakan Balanced
Scorecard (BSC) agar dapat merumuskan alternatif kebijakan yang menjadi
prioritas manajemen untuk peningkatan kinerja Kopdit Takera sebagai bahan
evaluasi dan pembelajaran selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (1)
Menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit oleh anggota
Kopdit Takera, (2) Mengevaluasi kinerja Kopdit Takera dengan pendekatan
Balanced Scorecard, (3) Merumuskan alternatif kebijakan yang menjadi prioritas
manajemen untuk peningkatan kinerja Kopdit Takera.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dimana faktorfaktor yang mempengaruhi pengembalian kredit dianalisis menggunakan regresi
logistik dengan software SPSS 17.0 agar ditemukan pengaruh NPL terhadap
evaluasi kinerja keuangan menggunakan BSC. Variabel bebas yang diteliti
diantaranya adalah ��1 (AGE) Usia, ��2 (GEN) Jenis Kelamin, ��3 (JOB) Pekerjaan,
��4 (INC) Pendapatan, ��5 (OBJ) Tujuan Pinjaman, ��6 (PLA) Nilai Plafond Kredit,
��7 (DUR) Jangka Waktu Pengembalian, ��8 (COL) Jaminan, ��9(INT) Suku
Bunga. Dari hasil analisis regresi logistik ditemukan bahwa variabel-variabel yang
berpengaruh signifikan terhadap kelancaran pengembalian kredit adalah usia,
pendapatan, nilai plafon kredit, dan tingkat suku bunga pada tingkat kepercayaan
92%, sehingga model persamaan:
�� = 1,626 − 2,1290������ + 2,127������ − 1,404�������� − 2,436������.
Perancangan evaluasi kinerja Kopdit Takera menggunakan BSC, dimulai
dengan mengukur kesiapan koperasi menerapkan BSC menggunakan The
Baldrige Criteria Survey. Berdasarkan interpretasi skala nilai didapat score nilai
227.20 berarti koperasi termasuk kategori layak untuk merancang BSC.
Selanjutnya dilakukan identifikasi visi, misi, dan tujuan strategik dan merancang
KPI dengan melakukan kriteria pembobotan pada KPI masing-masing perspektif
menggunakan AHP yang diolah menggunakan Software Expert Choice 2000
yang menghasilkan tingkat inconsistency ratio sebesar 0.01, didapatkan bahwa
pemilihan Perspektif Pelanggan (32.9%), dianggap oleh responden yang pertama
terpenting dengan masing-masing KPI yaitu: Kesetiaan Anggota 33.5%, Indeks Kepuasan Anggota 36.9%, Pertumbuhan Anggota 29.7%. Kemudian Perspektif
Keuangan 23.8%. menjadi pilihan kedua terpenting dengan masing-masing bobot
KPI yaitu: Protection 16.7%, Effective Financial Structure 21.1%, Aset Quality
19.2%, Rates of Return on Cost 13,1%, Liquidity 15.2%, Sign of Growth 14.6%.
Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (22.7%), menjadi pilihan ketiga
dengan bobot masing-masing KPI yaitu: Produktifitas Staf 52.78%, Indeks
Kepuasan Staf 47.3%. Sementara Perspektif Proses Bisnis Internal (20.7%)
menjadi pilihan keempat dengan bobot KPI yaitu: Produk Baru yang Dihasilkan
22.2%, Tingkat kesalahan Pelayanan 37,4%, Kelancaran Angsuran Kredit 40.4%.
Hasil evaluasi pengukuran kinerja Kopdit Takera dengan pendekatan BSC
didapatkan total score 2,58 dengan peringkat cukup (skala 1 - 4). Berdasarkan
hasil evaluasi kinerja, pada KPI perspektif keuangan memiliki kelemahan pada
KPI Protection dengan indeks kinerja 44 persen dengan rating satu (kurang) dan
KPI Asset Quality dengan indeks kinerja 40 persen dengan rating satu (kurang).
Pada KPI Perspektif Pelanggan memiliki kelemahan pada KPI kesetiaan anggota
dengan indeks kinerja 58% dengan rating satu (kurang) dan KPI pertumbuhan
anggota baru dengan indeks kinerja 13 persen dengan rating satu (kurang). Pada
KPI perspektif proses bisnis internal memiliki kelemahan pada indeks kinerja KPI
kelancaran angsuran kredit 34 persen dengan rating satu (kurang). Pada KPI
perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memiliki kelemahan pada indeks
kinerja produktifitas staf 71% dengan rating dua (cukup). Adapun rumusan
alternatif kebijakan yang menjadi prioritas manajemen Kopdit Takera untuk
peningkatan kinerja yaitu: (1) Perspektif keuangan; kredit diberikan kepada
anggota dalam satu kelompok dengan ikatan pemersatu atau “common bond”
kelayakan kredit dianalisa minimal dua orang yang independen. Melakukan
financial literacy dan monitoring anggota yang usianya > 30 tahun dengan
pendapatan rendah, tetapi plafon kredit dan suku bunga pinjamannya tinggi.
Memaksimalkan laba dari bunga pinjaman dan investasi aset produktif yang
dijadikan modal kerja. Mengelola aktifitas yang menimbulkan biaya-biaya
tambahan dan melakukan analisis biaya. (2) Perspektif Pelanggan; Mendorong
anggota memenuhi kewajiban dan memanfaatkan produk-produk. Memberikan
reward bagi anggota yang aktif dan pengembalian potongan bunga pinjaman bagi
yang membayar tepat waktu. Menggencarkan pemasaran dan membuat database
anggota dan menjaring anggota baru serta memperlengkapi staf koperasi dengan
tools pelayanan (3) Perspektif proses bisnis internal; Meninjau kembali manual
SOP kredit dan manjemen resiko dan memperbaharui formulir analisa kelayakan
kredit. Menyediakan pelayanan antar jemput simpanan dan pinjaman serta
angsuran. Mengalokasikan dana pinjaman khusus kesejahteraan anggota dengan
bunga rendah. Memperbanyak jumlah pinjaman kepada banyak anggota dan
identifikasi untuk menambah pendapatan. (4) Perpektif Pertumbuhan dan
Pembelajaran; Peningkatan kompetensi staf dengan alokasi anggaran khusus
untuk pendidikan, pelatihan, dan mentoring. Memberikan akses ke informasi
strategik kepada staf melalui penggunaan teknologi sistem informasi manajemen.
Membuat formulir kesepakatan kinerja individu staf. Mengembangkan paket
remunerasi bagi staf berprestasi dan memperkerjakan staf khusus sebagai finansial
konseling dan staf pemasaran kredit.
Collections
- MT - Business [4063]
