Analisis Pengaruh Faktor Makroekonomi Terhadap Return dan Premi Risiko Saham Menggunakan Model Arbitrage Pricing Theory
Abstract
Saham merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling
popular dan alternatif investasi yang menarik dalam pasar modal karena akan
memberikan kemungkinan return yang tinggi kepada investor. Harga saham
bersifat fluktuatif karena sifat komoditasnya yang peka terhadap perubahanperubahan faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Adanya fluktuasi
saham ini menuntut para investor untuk selalu memperhatikan tingkat expected
return atas investasi yang telah dilakukan sebagai kompensasi atas risiko yang
akan dihadapi. Model APT (Arbitrage Pricing Theory) yang dikembangkan oleh
Stephen A Ross merupakan salah satu pengembangan Capital Asset Pricing
Theory (CAPM) dalam menentukan expected return di pasar. Oleh beberapa ahli
model APT diklaim lebih baik daripada CAPM karena harga saham tidak hanya
ditentukan oleh indeks pasar secara tunggal melainkan juga ditentukan oleh
banyak faktor makro ekonomi. Berdasarkan uraian di atas, maka akan dilakukan
penelitian mengenai return dan premi risiko pada saham di Bursa Efek Indonesia
dengan menggunakan model APT. Dalam model APT terdapat beberapa faktor
makro ekonomi yang diperkirakan akan mempengaruhi return saham dan premi
risiko, di antaranya adalah tingkat inflasi, kurs rupiah terhadap Dollar Amerika
dan harga minyak dunia.
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, tujuan penelitian yang
dilakukan oleh penulis adalah: (1) Menganalisa pengaruh faktor makroekonomi
(inflasi, kurs rupiah terhadap Dollar Amerika dan harga minyak dunia) terhadap
return individual saham di Bursa Efek Indonesia. (2) Menganalisa pengaruh
faktor makroekonomi terhadap premi risiko saham (λ) di Bursa Efek Indonesia.
(3) Menganalisa pengaruh faktor makroekonomi terhadap expected return saham
di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis kuantitatif
dengan pendekatan explanatory research yang menjelaskan hubungan antara dua
faktor atau lebih. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder. Data-data tersebut meliputi data harga saham penutupan akhir bulan
yang dipilih berdasarkan nilai kapitalisasi pasar terbesar di setiap sektor saham
BEI, data inflasi, data harga minyak dunia serta nilai kurs mata uang Rupiah
terhadap Dollar AS. Penelitian ini juga didukung oleh data-data dari studi
literatur, publikasi pemerintah, jurnal-jurnal ilmiah serta hasil penelitian yang
dilakukan sebelumnya yang relevan dengan obyek atau masalah yang sedang
diteliti.
Proses analisis data dimulai dengan pengolahan data tahap pertama yaitu
dengan meregresikan data time series guna mencari β (sensitivitas return saham)
terhadap faktor inflasi, kurs dan harga minyak. Kemudian dilanjutkan pada
pengolahan data tahap kedua yaitu guna mencari λ (premi risiko) perbulan dari
faktor inflasi, kurs dan harga minyak. Pengolahan data pada tahap kedua ini
adalah dengan meregresikan data cross section antara expected return saham
dengan β (sensitivitas return saham) terhadap faktor inflasi, kurs dan harga minyak yang didapat dari regresi tahap pertama. Semua tahap pengolahan data
penelitian ini menggunakan alat perangkat lunak Eviews6.
Hasil uji signifikansi menggunakan uji t terhadap beta inflasi, kurs dan
harga minyak yang didapat dari regresi pertama pada penelitian ini berbeda-beda
pada setiap saham dan sebagian besar hasil yang didapatkan tidak signifikan.
Berdasarkan hasil analisis data tersebut, bahwa faktor makroekonomi tidak
berpengaruh signifikan terhadap return mayoritas saham terpilih. Dari hasil
regresi tahap kedua menunjukkan pergerakan nilai premi risiko dari tahun 2009
sampai 2013. Premi risiko ini didapat dari hasil rata-rata premi risiko bulanan di
setiap tahunnya. Premi risiko inflasi dan kurs selama periode 2009-2013
menunjukkan tren yang positif sedangkan untuk premi risiko harga minyak
menunjukkan tren negatif. Hasil signifikansi premi risiko bulanan dari Januari
2009 sampai Desember 2013 berbeda-beda. Premi risiko inflasi dan harga minyak
sebagian besar menunjukkan hasil yang signifikan sedangkan premi risiko nilai
tukar sebagian besar menunjukkan hasil yang tidak signifikan.
Collections
- MT - Business [4063]
