Pengaruh Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Penggunaan dan Kepuasan Pengguna Di Institut Pertanian Bogor
View/ Open
Date
2014Author
Prastiwi, Erna
Siregar, Hermanto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Sistem informasi akuntansi yang memadai menjadi suatu kebutuhan utama
bagi perguruan tinggi termasuk Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam sistem
informasi akuntansi (SIA), kualitas dari informasi yang disediakan merupakan hal
penting dalam implementasi kesuksesan sistem. Secara konseptual, seluruh sistem
organisasional mencapai tujuannya melalui proses alokasi sumberdaya, yang
diwujudkan melalui proses pengambilan keputusan manajerial. Informasi
memiliki nilai ekonomik pada saat ia berkontribusi untuk mendukung keputusan
alokasi sumberdaya, artinya mendukung sistem untuk mencapai tujuan.
Permasalahan tentang implementasi SIA ini penting diangkat sebagai topik
tesis karena penulis ingin mengetahui kesuksesan implementasi sistem informasi
akuntansi (SIA) yang dibangun Biro Keuangan Institut Pertanian Bogor (IPB)
dengan status Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH). Selama kurang lebih
tujuh tahun diimplementasikan, SIA IPB belum pernah dilakukan evaluasi untuk
mengukur kinerja SIA tersebut. Evaluasi terhadap implementasi SIA merupakan
kegiatan yang penting dan harus dilakukan untuk mengetahui dan mengukur
apakah sistem informasi tersebut telah mencapai tujuan dan sasaran yang
ditetapkan. Menurut DeLone dan McLean, sistem informasi dikatakan sukses
dalam implementasi apabila variabel independen berpengaruh signifikan terhadap
variabel dependennya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji: (1) pengaruh kualitas
informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan terhadap penggunaan SIA IPB,
(2) pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas pelayanan terhadap
kepuasan pengguna SIA IPB, (3) pengaruh penggunaan terhadap kepuasan
pengguna SIA IPB, serta (4) pengaruh variabel moderasi karakteristik responden
antara kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap penggunaan
dan kepuasan pengguna sistem informasi akuntansi IPB. Penelitian ini
menggunakan model dasar DeLone dan McLean (2003) yang dimodifikasi dengan
tidak menyertakan variabel intensitas penggunaan dan variabel manfaat bersih,
ditambah dengan variabel moderasi karakteristik responden. Indikator variabel
yang digunakan pada penelitian ini diadaptasi dari berbagai penelitian
sebelumnya diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Livari (2005), McGill et
al. (2003), Pitt et al. (1995), dan Santi (2012) dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara dan kuesioner. Skala yang digunakan dalam penelitian ini
adalah skala likert 1–5, dengan kriteria 1 sangat tidak setuju, 2 tidak setuju, 3
netral, 4 setuju, dan 5 sangat setuju untuk masing-masing item pertanyaan pada
kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Bendahara Pembantu
Pengeluaran (BPP) di seluruh unit kerja di lingkungan IPB yang telah
mengimplementasikan SIA. Berdasarkan kerangka pemikiran yang dirumuskan,
kemudian disusunlah 9 hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini.
Uji kualitas data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan
bantuan sofware SPSS. Uji hipotesisnya menggunakan Structural Equation
Modeling (SEM) teknik estimasi Partial Least Square (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Secara umum dapat diperoleh kesimpulan bahwa
implementasi SIA Biro Keuangan IPB belum sukses sepenuhnya, karena hipotesis
1 dan hipotesis 6 tidak berpengaruh signifikan. Namun demikian, secara umum
model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean (2003) merupakan
kerangka yang dapat dijadikan model untuk melakukan evaluasi atas
implementasi sistem informasi akuntansi di Biro Keuangan IPB. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa: (1) kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap
penggunaan, (2) kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan, (3)
kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap penggunaan, (4) kualitas
informasi berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, (5) kualitas sistem
berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, (6) kualitas pelayanan tidak
berpengaruh terhadap kepuasan pengguna, (7) penggunaan berpengaruh positif
terhadap kepuasan pengguna, (8) karakteristik responden tidak memoderasi
hubungan antara kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap
penggunaan, dan (9) karakteristik responden tidak memoderasi hubungan antara
kualitas informasi, kualitas sistem, kualitas pelayanan terhadap kepuasan
pengguna SIA.
Implikasi manajerial sebagai konsekuensi logis yang dapat disampaikan
kepada unit terkait sebagai masukan berdasarkan hasil penelitian antara lain (1)
berkaitan dengan hasil penelitian bahwa kualitas informasi tidak berpengaruh
terhadap penggunaan, Biro Keuangan harus melakukan inventarisasi terhadap
kebutuhan informasi pada level unit kerja, (2) menindaklanjuti hasil penelitian
yang menyebutkan bahwa kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan pengguna, upaya yang dapat dilakukan Biro Keuangan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengguna SIA antara lain dapat
dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja SIA dan menyusun SOP
pelayanan, (3) Direktorat Integrasi Data dan Sistem Informasi (DIDSI) dengan
Biro Keuangan selaku penyedia layanan SIA perlu mempunyai perencanaan
terpusat dan terstruktur yang dituangkan dalam bentuk master plan TI yang
menyangkut aspek pengembangan sistem, pemeliharaan (infrastruktur) dan
peningkatan terhadap kualitas sumberdaya manusia serta aspek lainnya seperti
alokasi anggaran dan juga prosedur yang memudahkan dalam pengelolaan SIA,
dan (4) pimpinan IPB yang terkait dengan kebijakan pengelolaan keuangan dapat
aktif mengembangkan SIA, karena pimpinan merupakan pihak yang paling
berkepentingan terhadap laporan dan posisi keuangan setiap saat dibutuhkan
sebagai dasar pengambilan keputusan.
Collections
- MT - Business [4063]
