Analisis Kesiapan Perbankan Syariah Negara-Negara Asean Dalam Menghadapi Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015
View/ Open
Date
2015Author
Solihin
Achsani, Noer Azam
Saptono, Imam Teguh
Metadata
Show full item recordAbstract
Dengan diberlakukannya pasar bebas pada regional ASEAN, yang dikenal
dengan ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean
(MEA) pada tahun 2015, maka industri perbankan sebagai pilar utama ekonomi
pada negara-negara ASEAN akan menghadapi persaingan dengan bank sejenis
dari anggota ASEAN lainnya. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia
dengan perkembangan industri perbankan syariah yang masih tertinggal, menjadi
pasar yang potensial bagi investor industri perbankan dan bagi bank-bank syariah
yang sudah berjalan. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi bank syariah
yang sudah ada di Indonesia.
Dalam menghadapi persaingan bisnis, bank syariah juga dituntut
menjalankan usahanya secara efisien. Bank Syariah yang efisien akan mampu
mempertahankan dirinya dan mampu mengembangkan usahanya. Oleh karena itu
perlu dilakukan analisis efisiensi terhadap semua bank syariah dan mengetahai
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi pada industri perbankan di
negara-negara anggota ASEAN.
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai
pada tesis ini yaitu menganalisis perbandingan efisiensi bank-bank syariah yang
ada di Negara-negara ASEAN dengan menggunakan pendekatan asset,
intermediasi, dan produksi. Selanjutnya mengidentifikasi faktor-faktor penentu
yang mempengaruhi efisiensi bank syariah di setiap Negara ASEAN yang
memiliki peluang merebut pasar ASEAN, dan merumuskan kebijakan
peningkatan efisiensi bank syariah yang ada di Indonesia agar mampu
berkompetisi dalam pasar perbankan syariah ASEAN.
Data yang digunakan dalam tesis ini adalah data laporan keuangan
publikasi bank syariah tahunan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2013. Data
bank yang digunakan adalah 32 bank syariah terdiri dari 1 bank syariah di Brunei
Darussalam, 11 bank syariah di Indonesia, 18 bank syariah di Malaysia, 1 bank
syariah di Filipina, dan 1 bank syariah di Singapura.
Dalam melakukan pengolahan data, penelitian ini menggunakan
pendekatan Two Stage Data Envelopement Analysis (DEA). Tahap pertama
mengukur nilai efisiensi masing-masing bank syariah dengan menggunakan
metode DEA. Pengolahan data menggunakan software MaxDEA, dengan
pengukuran efisiensi berorientasi pada input dan output. Analisis data
menggunakan pendekatan model DEA yaitu model constant return to scale (CRS)
dan variabel return to scale (VRS). Hasil dari perhitungan DEA pada setiap
bank syariah dikelompokan per Negara untuk mengetahui rata-rata tingkat
efisiensi di masing-masing Negara, dan dilakukan analisis perbandingan antara
ketiga pendekatan tersebut di atas.
Setelah diperoleh kesimpulan rata-rata efisiensi bank syariah di tiap
Negara selanjutnya dilakukan analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang
mempengaruhi nilai efisiensi dengan menggunakan Regresi Tobit dan diolah
menggunakan E-Views 6. Untuk aspek internal berupa ukuran bank syariah yang dicerminkan dengan nilai Logaritma Natural (ln) total asset, profitabilits yang
dicerminkan dengan rasio return terhadap total asset (ROA), operasional yang
dicerminkan dengan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional
(BOPO), dan ekuitas yang dicerminkan dengan rasio ekuiti terhadap total asset
(ETA). Sedangkan dari aspek eksternal, variabel yang digunakan adalah market
power 1 yang dicerminkan dengan rasio jumlah deposit yang ada di masingmasing bank terhadap total deposit yang ada di industri perbankan Negara yang
bersangkutan, market power 2 yang dicerminkan dengan rasio jumlah total asset
yang ada di masing-masing bank terhadap total gross domestic product (GDP)
sektoral di Negara yang bersangkutan, dan tingkat infasi.
Dari hasil perhitungan DEA dengan ketiga pendekatan, didapat bahwa
dalam orientasi input dan output menghasilkan tingkat efisiensi yang relatif tidak
berbeda. Rata-rata nilai efisiensi bank syariah di ASEAN untuk pendekatan asset
masih berada pada tingkat yang tidak efisien. Dalam pendekatan intermediasi,
nilai rata-rata efisiensi ASEAN hampir efisien, lebih baik dibanding dengan
pendekatan aset. Sedangkan dalam pendekatan produksi, rata-rata nilai efisiensi
bank syariah di ASEAN masih berada pada tingkat yang sangat tidak efisien. Hal
tersebut menunjukan bahwa bank-bank syariah di ASEAN rata-rata lebih efisien
dalam menjalankan fungsi intermediasinya (mengumpulkan dan menyalurkan
dana), dibanding dengan pengelolaan aset (mengelola aset dalam menghasilkan
pendapatan) dan menjalankan proses produksinya (jumlah biaya dalam
menghasilkan pendapatan).
Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura yang masing-masing memiliki
satu bank syariah, meski memiliki tingkat efisien di atas rata-rata ASEAN bahkan
pada tingkat efisien, namun tidak menjadi ancaman bagi bank syariah di negara
lainnya. Persaingan industri perbankan negara-negara ASEAN hanya akan terjadi
pada bank-bank syariah di Indonesia dan Malaysia. Bank syariah di Indonesia
akan lebih efisien dalam ketiga pendekatan dibandingkan dengan bank syariah di
Malaysia kalau mampu menekan jumlah biaya operasionalnya.
Meski bank syariah di Indonesia lebih efisien, tetapi bank syariah di
Malaysia memiliki potensi lain yang dapat mempengaruhi pasar industri
perbankan syariah di ASEAN, yaitu lebih berpengalaman, didukung oleh
kebijakan pemerintah yang mengharuskan pengelolaan keuangan Negara melalui
bank umum syariah, memiliki aset yang lebih besar, dilengkapi oleh pranata yang
lebih baik, dan produk yang lebih variatif dan mengakomodir kebutuhan transaksi
modern.
Pada pendekatan aset, faktor yang mempengaruhi tingkat efisiensi OTE
pada bank syariah di Indonesia adalah faktor internal yaitu ukuran bank, rasio
profitabilitas, dan rasio BOPO. Pada bank syariah di Malaysia, rasio BOPO tidak
teruji berpengaruh secara signifikan. Dalam pendekatan intermediasi, faktor
eksternal rasio deposit bank terhadap total Deposit Industri mempengaruhi tingkat
efisiensi industri perbankan syariah di Malaysia.
Collections
- MT - Business [4063]
