Pemetaan Risiko Di Industri Penyamakan Kulit Dengan Pendekatan Erm
View/ Open
Date
2013Author
Wiryani, Helen
Achsani, Noer Azam
Baga, Lukman M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini merupakan studi kasus di PT XYZ, sebuah perusahaan yang Dergerak di bidang penyamakan kulit. Industri penyamakan kulit memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi, sehingga memiliki tingkat risiko yang tinggi juga. Risiko-risiko yang ada perlu dikelola dengan baik sehingga dapat meminimalisasi kerugian perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengidentifikasi risiko yang dihadapi PT XYZ, (2) mengukur dan memetakan risiko PT XYZ, (3) merumuskan strategi mitigasi risiko yang efektif bagi PT XYZ.
Lokasi penelitian dilakukan di PT XYZ yang bertempat di Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-November 2012. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan metode purposive sampling dalam bentuk wawancara dan focus group discussion (FGD). Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalui wawancara dan FGD dengan responden yang dipilih. Data sekunder diperoleh dari data internal PT XYZ, perpustakaan, jurnal, majalah, koran, dan internet.
Salah satu metode pengelolaan risiko adalah dengan pendekatan enterprise risk management (ERM). Dalam ERM, risiko diamati dalam empat bidang yaitu strategic, operating, reporting, dan compliance. Pengelolaan risiko dengan ERM dapat membantu perusahaan lebih siap dalam mengatasi ketidakpastian, meningkatkan nilai tambah, dan keunggulan bersaing.
Pemetaan risiko dengan pendekatan ERM dilakukan dengan berpedoman pada delapan komponen ERM. Tiga komponen pertama yaitu internal environment, objective setting, dan event identification dilakukan untuk memotret keadaan di PT XYZ dan mengidentifikasi risiko-risiko yang ada. Berdasarkan kajian mengenai proses bisnis PT XYZ, terlihat bahwa terkandung risiko-risiko strategic, operating, reporting, dan compliance yang teridentifikasi dalam tahap-tahap proses bisnisnya.
Komponen ERM yang keempat yaitu risk assessment dilakukan untuk mendapatkan skor risiko dan gambaran peta risiko di PT XYZ. Skor didapat dengan cara mengukur probabilitas dan dampak dari risiko tersebut. Risiko-risiko di PT XYZ cukup beragam, ada yang sering terjadi namun dampaknya kecil dan ada juga yang jarang terjadi namun memiliki dampak signifikan bila terjadi.
Setelah risiko-risiko tersebut dinilai, dilakukan risk response yang merupakan komponen ERM yang kelima. Risk response merupakan rumusan strategi mitigasi risiko. Umumnya risiko yang perlu ditangani segera adalah yang termasuk kategori unacceptable, yaitu sering terjadi dan berdampak besar.
Collections
- MT - Business [4063]
