Analisis Karakteristik Debitur Yang Berpengaruh Terhadap Kelancaran Pengembalian Kredit Mikro
View/ Open
Date
2014Author
Wiranatadjaja, Yoshi Nadia
Hartoyo
Yuliati, Lilik Noor
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor perekonomian Indonesia yang memiliki peran cukup penting di dalam perekonomian nasional adalah sektor UMKM. Sektor UMKM juga berpotensi untuk dikembangkan karena sektor teresbut telah terbukti dapat bertahan dari krisis ekonomi yang pernah terjadi di Indonesia, banyak menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran serta memperkuat perekonomian daerah. Unit Mikro XYZ adalah salah satu bentuk ekspansi usaha dari Bank X dalam menyalurkan program kredit mikro bagi pengusaha yang membutuh modal kerja dan investasi
Kinerja pengembalian angsuran kredit adalah kunci penting bagi pemberi pinjaman agar menghasilkan keuntungan. Kredit bermasalah dapat menyebabkan pemberi pinjaman menolak calon debitur baru karena dapat mempengaruhi arus kas dan performa perusahaan suatu lembaga keuangan (Hunte 1996). Lembaga keuangan akan mencoba untuk meminimalkan adanya kredit bermasalah dengan melakukan penyaringan terhadap calon debitur, memantau atau mensyaratkan pemberian jaminan
Berdasarkan data yang diperoleh unit mikro XYZ mengalami peningkatan NPL (Non Performing Loan) selama kurun waktu 3 tahun dengan rata-rata 20% di atas 5% dari yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Dengan adanya penelitian mengenai karakteristik debitur terhadap kelancaran pembayaran angsuran kredit, diharapkan dapat membantu pihak bank dalam menyempurnakan kebijakan pemberian kredit. Tujuan dari penelian ini adalah mengidentifikasi karakteristik debitur kredit unit mikro XYZ di Bank X, menganalisis pengaruh karakteristik debitur terhadap kelancaran dan ketepatan waktu pembayaran angsuran kredit, serta merumuskan formulasi penilaian calon debitur dalam pemberian kredit dilihat dari aspek karakteristik debitur.
Penelitian ini dilaksanakan di unit mikro XYZ Jakarta Barat pada bulan Januari 2014 sampai dengan bulan April 2014. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analisis dengan mengambil populasi debitur tahun 2010-2013 yang sedang memiliki kredit minimal selama 12 bulan dan maksimal 36 bulan. Variabel terikat terdiri dari Zi yang merupakan kelancaran pembayaran kredit dilihat dari kolektibilitasnya dan Za yang merupakan ketepatan pembayaran kredit dilihat dari pola pembayaranmya.
Variabel-variabel bebas yang digunakan terdiri dari variabel karakteristik demografi yang meliputi usia (X), jenis kelamin (X2), status pernikahan (X3), tingkat pendidikan (Xa), jumlah tanggungan (Xs), kepemilikan tempat tinggal (X), status pekerjaan pasangan (X7), karakteristik ekonomi yaitu rasio pendapatan/pengeluaran rumah tangga (Xs), rasio pendapatan/besar angsuran (X), karakteristik usaha debitur yang meliputi kepemilikan tempat usaha (Xio). lama usaha (X1), jenis usaha (X12), lokasi usaha (X13), karakteristik kredit yaitu jangka waktu (X14), plafond pinjaman (Xis), dan karakteristik Historical payment di lemabaga keuangan lain (X16). Variabel-variabel tersebut dianalisis dengan
menggunakan binary logistic regression.
Dari analisa data yang dilakukan diperoleh bahwa kelancaran pembayaran
kredit dapat dijelaskan bahwa sebanyak 116 debitur (56,9%) tidak lancar dalam
pengembalian angsuran kredit dan sebaliknya sebanyak 88 debitur (43,1%) adalah
debitur yang lancar. Kemudian berdasarkan ketepatan pembayaran kredit dapat
dijelaskan bahwa sebanyak 119 debitur (58,3%) tidak tepat waktu dalam
membayar kredit dan sebaliknya sebanyak 85 debitur (41,7%) adalah debitur yang
tepat waktu. Dari hasil analisa binary logistic regression untuk variabel terikat Z1
varibel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap kelancaran pembayaran
angsuran kredit mikro di unit mikro XYZ adalah usia, jenis kelamin, dan jenis
usaha. Hasil analisis ini menujukkan bahwa kelompok responden yang berusia di
atas 40 tahun memiliki peluang 1,162 kali lebih besar untuk lancar dibandingkan
dengan kelompok responden yang berusia di bawah 40 tahun. Jenis kelamin
berpengaruh signifikan terhadap peluang kelancaran kredit dengan jenis kelamin
pria memiliki peluang 3,150 kali lebih lancar dibandingkan dengan nasabah
berjenis kelamin wanita. Jenis usaha berpengaruh signifikan terhadap kelancaran
pembayaran angsuran. Jenis usaha non produksi memiliki peluang 0,008 lebih
kecil untuk lebih lancar pembayarannya dibandingkan dengan kelompok
responden dengan jenis usaha produksi.
Sedangkan dari hasil binary logistic regression untuk variabel terikat Z2
variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap ketepatan pembayaran
angsuran kredit mikro adalah usia, jumlah tanggungan dan jenis usaha. Usia
berpengaruh signifikan terhadap ketepatan pembayaran angsuran. Hasil analisis
menunjukkan bahwa usia di atas 40 tahun memiliki peluang 1,181 kali lebih
besar untuk tepat waktu pembayarannya dibandingkan dengan kelompok usia
dibawah 40 tahun. Jumlah tanggungan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan
pembayaran angsuran dilihat dari hasil analisa yang diperoleh. Jumlah tanggungan
lebih dari 5 orang akan memberikan peluang 0,585 kali lebih kecil untuk tepat
dibandingkan dengan kelompok responden dengan jumlah tanggungan kurang
dari 5 orang. Jenis usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan
pembayaran angsuran kredit. Peluang jenis usaha non produksi 0,002 kali lebih
kecil membayar angsuran kredit lebih tepat dibandingkan dengan nasabah yang
bergerak di bidang produksi.
Hasil analisa dan identifikasi dari karakter debitur yang berpengaruh
terhadap kelancaran dan ketepatan pembayaran kredit mikro dapat dirumuskan
sebagai formulasi penilaian atas calon nasabah unit mikro XYZ. Langkah yang
diambil dari sisi internal perusahaan adalah dengan melakukan mitigasi kredit dan
verifikasi yang mendalam, penambahan standard operasional prosedur dengan
memfokuskan dalam sistem scoring¸ melakukan analisa pasar di sekitar unit
micro XYZ, melakukan sosialisasi mengenai info akibat yang timbul jika terjadi
gagal bayar, melakukan penagihan dengan lebih intensif dan dilakukan kunjungan
nasabah secara periodik oleh tim unit, menerapkan dan melakukan analisis 5C
secara benar untuk mencegah resiko default atas kreditnya.
Collections
- MT - Business [4063]
