Analisis Pengaruh Modal Kerja dan Faktor-Faktor Lain Terhadap Profitabilitas Perusahaan
View/ Open
Date
2014Author
Gokmaulina, Sonny Debora
Siregar, Hermanto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu industri yang berkembang di dunia khususnya di Indonesia
adalah industri otomotif. Industri otomotif di Indonesia berkembang sangat pesat,
hal ini bisa terlihat dari total penjualan otomotif khususnya mobil dari tahun 2008
sampai 2012 di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Pada
waktu krisis finansial global yang terjadi sejak tahun 2008 telah mempengaruhi
kinerja sektor otomotif di Indonesia terutama pada tahun 2009. Akibat krisis
finansial ini terjadi penurunan penjualan otomotif pada tahun 2009. Krisis
finansial berdampak pada melemahnya nilai rupiah yang mengakibatkan kenaikan
harga mobil sehingga konsumen menunda untuk membeli mobil. Selain itu,
tingginya tingkat suku bunga dari perbankan dan lembaga pembiayaan
mengakibatkan sumber pembiayaan untuk pembelian mobil menjadi sulit.
PT. XYZ merupakan perusahaan yang sudah berkembang di bidang
otomotif yang memulai operasionalnya dari tahun 1972. PT. XYZ merupakan
salah satu dari 5 (lima) main dealer mobil merek Toyota di Indonesia, dengan
lingkup daerah pemasarannya adalah di 5 (lima) propinsi yaitu Riau, Jambi,
Bengkulu, Pekanbaru, dan Bali. PT. XYZ sebagai main dealer Toyota memiliki
fungsi atau kedudukan untuk melakukan penjualan maupun layanan purna jual
(bengkel) untuk kendaraan yang dikeluarkan oleh Toyota. Pendapatan terbesar
dari PT. XYZ secara berturut-turut adalah dari kategori penjualan kendaraan
diikuti oleh layanan purna jual dan penjualan spare parts.Selama periode tahun
2008 sampai 2012 persentase pertumbuhan penjualan PT. XYZ setiap tahunnya
mengalami fluktuasi, namun untuk total nilai penjualan mengalami kenaikan ratarata sebesar 24 persen per tahun. Biaya untuk persediaan yang dikeluarkan
perusahaan sangat tinggi, terlebih pada tahun 2012 dimana biaya persediaan
meningkat hampir delapan kali lipat jika dibandingkan tahun 2008. Walaupun
laba bersih perusahaan meningkat setiap tahunnya, terlihat ada ketidakefektifan
dalam perusahaan terkait efisiensi biaya yang dikeluarkan setiap tahunnya.
Penelitian ini menjelaskan modal kerja dan faktor lain yang terdapat pada
beberapa literatur yang memiliki pengaruh terhadap profitabililtas di perusahaan
otomotif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada PT. XYZ
selama 5 tahun dari 2008 sampai dengan 2012 dan telah dilakukan pada bulan
November-Desember 2013. Metode penelitian menggunakan analisis modal kerja
bersih, analisis siklus kas, analisis laporan keuangan, analisis horizontal dan
vertikal, analisis rasio, dan analisis regresi linear berganda. Faktor-faktor yang
digunakan pada analisis statistik adalah rata-rata umur persediaan (X1), rata-rata
umur piutang usaha (X2), rata-rata umur hutang usaha (X3), konversi perputaran
kas (X4), biaya penjualan (X5), dan dummy (penambahan showroom) (X6).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari aspek likuiditas memiliki
modal kerja bersih dengan ciri high risk dan high return. Pada aspek profitabilitas
terlihat bahwa marjin laba kotor selama 5 tahun terakhir berkisar fluktuatif pada
angka 14-17 persen dan marjin laba bersih berkisar pada angka 6-9 persen. Pada
aspek aktivitas secara keseluruhan terlihat bahwa rata-rata umur dan perputaran piutang usaha semakin lama, demikian juga dengan rata-rata umur dan perputaran
persediaan yang semakin lama. Berdasarkan aspek solvabilitas, rasio hutang
terhadap aktiva dan ekuitas bernilai fluktuatif, sedangkan rasio hutang jangka
panjang terhadap ekuitas bernilai semakin kecil nilainya selama 5 tahun terakhir.
Variabel modal kerja yang memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas
untuk PT. XYZ adalah rata-rata umur persediaan (X1) dan biaya penjualan (X5).
Variabel rata-rata umur piutang usaha (X2), rata-rata umur umur hutang (X3), dan
dummy (penambahan showroom) (X6) tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap profitabilitas.
Implikasi manajerial terkait umur persediaan adalah PT. XYZ harus lebih
memperhatikan manajemen stok barang agar umur persediaan tidak terlalu lama
dan bisa semakin cepat berputar. Dengan sistem manajemen persediaan dan
kebijakan stok yang lebih baik diharapkan tidak terjadi penumpukan persediaan
yang menyebabkan tingginya biaya persediaan yang harus ditanggung oleh
perusahaan. Kemudian perusahaan sebaiknya menerapkan manajemen stok yang
tepat yang selaras dengan penjualan akan dapat menekan biaya persediaan yang
pada periode tahun 2008 sampai dengan 2012 yang semakin tinggi. PT. XYZ juga
perlu mengalokasikan dana khusus untuk kebutuhan pelatihan divisi logistik
terhadap manajemen persediaan.
Implikasi manajerial terkait biaya penjualan adalah dalam menetapkan
target penjualan, manajemen harus lebih realistis dengan menyesuaikan dengan
stabilitas ekonomi dan politik nasional. Perusahaan juga harus mempelajari
bagaimana strategi biaya penjualan kompetitor yang bisa lebih efektif dalam
meningkatkan penjualan. Pelatihan divisi marketing terkait efisiensi biaya
penjualan juga penting dilakukan agar dapat bersaing dengan kompetitor dengan
marjin laba bersih yang lebih baik.
Collections
- MT - Business [4063]
