Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Menggunakan Metode Balance Scorecard Studi Kasus Di Perusahaan Jasa Pengangkutan Batubara Pt.Tpm
View/ Open
Date
2014Author
Soleh, Cecep Mukti
Fahmi, Idqan
Saptono, Imam Teguh
Metadata
Show full item recordAbstract
Krisis keuangan yang terjadi di negara Eropa dan Amerika Serikat
berdampak negatif terhadap industri batubara yang ada di Indonesia, salah satunya
terhadap PT TPM yang merupakan salah satu industri jasa pengangkutan batubara
di laut yang ada di Indonesia. Kondisi lingkungan eksternal yang dinamis dan
harga batubara yang fluktuatif menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat, oleh
karena itu menuntut perusahaan untuk menerapkan rancangan strategis yang tepat
dan efektif, dalam hal ini adalah melakukan peniliaian kinerja perusahaan secara
komprehensif. Pengukuran pencapaian kinerja PT TPM sekarang ini dilakukan
berdasarkan aspek keuangan, kemudian dalam hal pemahaman visi, misi dan
strategi usaha perusahaan sekarang ini khawatir tidak sampai pada level divisi.
Berdasarkan penjelasan diatas jika disesuaikan dengan keinginan perusahaan
supaya bisa unggul dalam persaingan dan menjadi perusahaan profesional yang
berkelas dunia untuk saat ini dan yang akan datang, maka PT TPM harus bisa
menyempurnakan sistem penilaian pencapaian kinerja yang sekarang ini menjadi
lebih komprehensif dari berbagai aspek lingkungan perusahaan dan
menerjemahkan visi, misi dan tujuan strategi perusahaan menjadi sebuah strategi
aksi yang mudah dipahami dan dilaksanakan oleh semua level anggota organisasi
PT TPM, sehngga bisa terus menerus dimonitor dan dilakukan perbaikan sampai
pada akhirnya berimplikasi positif terhadap kinerja perusahaan dalam
mempertahankan stabilitas perusahaan. Kaplan dan Norton pada Tahun 1992
memperkenalkan sebuah metode untuk menyempurnakan pengukuran kinerja
perusahaan dan menerjemahkan strategi perusahaan menjadi sebuah strategi aksi
yang mudah dipahami oleh semua level organisasi melalui riset yang sudah
dilakukan dengan memperkenalkan metode balance Scorecard atau disingkat
dengan BSC.
Berdasarkan latar belakang tersebut PT TPM bermaksuud melakukan
pengukuran kinerja dengan menggunakan metode balance scorecard, maka tujuan
dari penelitian karya ilmiah ini adalah: (1) Menjabarkan visi, misi dan strategi
usaha menjadi sasaran strategi perusahaan yang mudah dipahami yang terbagi
dalam keempat perspektif balance scorecard, (2) Mengidentifikasi tolok ukur dan
penetapan key performance indicator untuk keempat perspektif balance
scorecard, (3) Menetapkan faktor utama dalam implementasi balance scorecard
di perusahaan agar berjalan secara efektif.
Penelitian ini dilakukan selama empat bulan yaitu dari Bulan Februari
sampai Bulan Juni 2014 di PT TPM yang berlokasi di Jalan Jenderal Soedirman
Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif
pendekatan studi kasus, analisis kualitatif dilakukan untuk menerjemahkan visi
dan misi menjadi sasaran strategis dan tolok ukur dari keempat perspektif.
Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, Indepth interview
dan studi pustaka. Data primer dilakukan untuk mendapatakan rumusan sasaran
strategis dan tolok ukur kinerja melalui indepth interview, sedangkan data sekunder berasal dari data internal perusahaan. Metode paired comprisson
digunakan untuk menganalisis bobot dari setiap perspektif balance scorecard
yang menghasilkan kinerja yang paling berkintribusi atau berpangaruh terhadap
kinerja perusahaan secara keseluruhan, sedangkan scoring system dengan metode
higher is better, lower is better, precise is better dan traffic light system dengan
metode rambu yang berwarna merah, kuning, hijau digunakan untuk mengukur
pencapaian kinerja terhadap target yang sudah ditentukan.
Rancangan sistem pengukuran kinerja ini menghasilkan sasaran strategis
untuk perspektif pelanggan: (1) meningkatkan customer statisfaction and loyalty,
(2) posistive energize to community, (3) meningkatkan hubungan dan kerjasama
yang baik dengan pelanggan, (4) meningkatkan keterlibatan dengan pemerintah.
Perspektif keuangan: (1) meningkatkan pendapatan, pertumbuhan sustainable
shareholder value. Perspektif proses internal bisnis: (1) meningkatkan kualitas
perbaikan kapal, (2) efisiensi biaya operasional perusahaan, (3) Health, Safety and
environment (HSE) complied, (4) management procurement, (5) meningkatkan
pelayanan terbaik kepada pelanggan. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran:
(1) meningkatkan employee engagement & competency, (2) Sistem informasi dan
teknologi yang terkini. Strategy map dilakukan untuk mengetahui adanya
hubungan sebab akibat dari keempat perspektif balance scorecard.
Simpulan dari penelitian ini setelah melakukan penjabaran visi dan misi
perusahaan berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen dan staf ahli di internal
perusahaan, menghasilkan faktor-faktor sasaran strategis yang dikelompokan
dalam keempat perspektif balance scorecard, sedangkan untuk memudahkan
dalam sosialisasinya setiap sasaran strategis tersebut di petakan dalam sebuah
strategy map untuk mengetahui adanya hubungan sebab-akibat dari keempat
perspektif tersebut. Selanjutnya penetapan tolok ukur dan key performance
indicator serta inisiatif strategis dari setiap sasaran strategis melalui indikator
ukuran hasil (lag) dan ukuran pemicu (lead) berdasarkan hasil indepth interview
dengan semua divisi yang terkait. Kemudian dilakukan pebobotan untuk sasaran
strategis dan KPI dari keempat perspektif balance scorecard yang dianalisis
dengan teknik paired comparison, untuk mengetahui kinerja yang paling
berpengaruh terhadap perusahaan secara keseluruhan, dan hasilnya adalah
perspektif pelanggan (31%). Sedangkan untuk mengetahui pencapaian kinerja
dilakukan dengan scoring system dan traffic light system, dan rancangan
simulasinya menghasilkan delapan belas rambu yang berwarna hijau, satu
berwarna kuning dan tiga yang berwarna merah. Secara keseluruhan pembahasan
dari hasil penelitian ini dan diskusi dengan ahli dalam hal ini manajemen internal
perusahaan bahwa komitment dan kerjasama antar anggota perusahaan adalah
sangat penting dalam penerapan metode balance scorecard di perusahaan, karena
adanya saling mempengaruhi antar Divisi terhadap pencapaian kinerja KPI.
Collections
- MT - Business [4063]
