Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan Pupuk Hayati Rhizoplex Pt.Borneo Patra Agro
View/ Open
Date
2014Author
Muljana, Mochamad
Daryanto, Arief
Fahmi, Idqan
Metadata
Show full item recordAbstract
Beras merupakan bahan makanan pokok dari mayoritas penduduk Indonesia
dengan total konsumsi sebesar 98 persen dari keseluruhan jumlah penduduk
Indonesia. Konsumsi beras perkapita penduduk Indonesia tertinggi di dunia yaitu
mencapai 103 kg per kapita per tahun. Berdasarkan konsumsi dan jumlah
penduduk kebutuhan beras di Indonesia mencapai 24.72 juta ton per tahun.
Jumlah penduduk Indonesia terus meningkat dengan laju pertumbuhan ratarata 5 persen per lima tahun, sehingga pada tahun 2020 jumlah populasi diprediksi
akan mencapai angka 271 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan
kebutuhan pangan akan terus bertambah. Peningkatan jumlah penduduk yang
tidak dibarengi dengan kenaikan luas lahan padi dan kualitas lahan cenderung
menurun akan menyebabkan produktifitas lahan menurun. Tingkat kesuburan
lahan padi yang rendah umumnya ditandai dengan kandungan bahan organik dan
hara nitrogen yang rendah, ini dapat mengakibatkan terdegradasinya daya dukung
dan kualitas tanah pertanian sehingga produktivitas lahan semakin turun.
Penggunaan pupuk kimia anorganik yang tidak terkendali menjadi salah satu
penyebab penurunan kualitas kesuburan fisik dan kimia tanah.
Diperlukan upaya yang makin intensif dari pemerintah Indonesia karena
pola pikir petani terhadap pupuk anorganik masih kuat. Pemakaian pupuk
anorganik sangat digemari petani karena pemakaiannya mudah, respon terhadap
tanaman tinggi (hasilnya terbukti jelas) serta mudah didapat di pasaran. Selain
keterlibatan pemerintah, pihak swasta juga berusaha melakukan kegiatan
pemasaran pupuk organik.
PT. Borneo Patra Agro adalah perusahaan nasional yang sedang
berkembang berencana meningkatkan pangsa pasar produk pupuk hayati
Rhizoplex. Pangsa pasar potensial pupuk hayati di Indonesia sangatlah besar yaitu
mencapai 405 ribu ton pertahun atau setara 33 triliun rupiah. Permasalahan yang
dihadapi PT. Borneo Patra Agro adalah sumber daya manusia yang belum
berpengalaman dalam menjual pupuk hayati serta kesulitan dalam mengubah pola
pikir petani terhadap pupuk, hal ini yang menyebabkan tingkat penjualan menjadi
rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan promosi dan
pengaruhnya pada tingkat penjualan produk pupuk hayati dan mencari alternatif
rekomendasi dalam menerapkan strategi promosi selanjutnya. Dari hasil analisis
regresi berganda dari enam kegiatan promosi PT. Borneo Patra Agro yaitu
demplot, insentif penjualan, iklan, pembagian merchandise, pelatihan tenaga
penjual dan temu tani terdapat dua kegiatan yang tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap penjualan yaitu iklan dan temu tani. Dari hasil analisis
kegiatan insentif penjualan adalah yang paling signifikan pengaruhnya terhadap
penjualan.
Collections
- MT - Business [4063]
