Pengaruh Kepuasan Kerja, Komitmen dan Keterikatan Terhadap Kinerja Polisi Kehutanan
View/ Open
Date
2013Author
Nurwati, Ammy
Sumarwan, Ujang
Affandi, M.Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Kondisi hutan tropis Indonesia yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati
sangat tinggi dari tahun ke tahun terus mengalami degradasi. Beberapa penyebab
yang menimbulkan terjadinya degradasi hutan kita, antara lain illegal logging,
penjarahan dan perambahan areal hutan, peredaran tumbuhan dan satwa liar
secara illegal, penambangan tanpa ijin (penambangan emas, timah hitam, batubara
dan sebagainya), kebakaran hutan, pengrusakan terumbu karang dan gangguan
keamanan hutan lainnya. Kondisi Polhut saat ini sebagian sudah dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik, namun sebagian lainnya belum menunjukan
kinerja yang optimal. Hal ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor individu
Polhut, tetapi juga disebabkan oleh faktor eksternal Polhut. Permasalahan
tersebut dikaitkan antara kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan yang dimiliki
oleh Polisi Kehutanan terhadap kinerja yang diharapkan untuk kepentingan
pencapaian tujuan tugas pengamanan dan perlindungan di kawasan konservasi.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis pengaruh kepuasan kerja
Polisi Kehutanan sebagai pejabat fungsional aparatur Pegawai Negeri Sipil
terhadap kinerjanya. (2) Menganalisis pengaruh komitmen yang dimiliki Polisi
Kehutanan dalam melakukan tugasnya sebagai ujung tombak pengamanan dan
perlindungan hutan di kawasan konservasiterhadap kinerjanya. (3) Menganalisis
pengaruh keterikatan Polisi Kehutanan sebagai pejabat fungsional aparatur
Pegawai Negeri Sipil di Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam
Kementerian Kehutanan terhadap kinerjanya. (4) Menganalisis faktor yang paling
dominan dari kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan yang berpengaruh pada
kinerja Polisi Kehutanan
Pengaruh kepuasan kerja, komitmen dan keterikatan terhadap kinerja
Polisi Kehutanan dianalisis dengan alat analisis Structural Equation Model
(SEM). Hasil uji signifikasi (uji t) pada taraf 10 persen menunjukkan bahwa
bahwa koefisien lintas γ (gamma) yang menjelaskan hubungan antara peubah
laten keterikatan (ξ3) memiliki nilai t-hitung lebih besar dari 1,65 yaitu sebesar
1,87 Hal tersebut menggambarkan bahwa antara peubah laten keterikatan
mempunyai hubungan nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan. Sedangkan
peubah laten komitmen (ξ2) memiliki t-hitung lebih kecil dari 1,65 yaitu sebesar
0,65. Hal ini menunjukkan bahwa peubah laten komitmen tidak mempunyai
hubungan nyata terhadap kinerja Polisi Kehutanan. Pada peubah laten kepuasan
kerja (ξ1) memiliki t-hitung juga lebih kecil dari 1,65 yaitu sebesar 0,28 yang
mengandung arti tidak mempunyai hubungan nyata terhadap kinerja Polisi
Kehutanan, bahkan dengan arah hubungan negatif.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat dirumuskan beberapa
implikasi manajerial dilakukan pada indikator pada merupakan variabel faktor
keterikatan. Hal ini disebabkan bahwa faktor keterikatan berpengaruh nyata
terhadap kinerja Polisi Kehutanan.
Collections
- MT - Business [4062]
