Analisis Segmentasi dan Perilaku Konsumen Produk Es Krim In Home
View/ Open
Date
2014Author
Pramana, Shidiq Tungga
Suharjo, Budi
Kirbrandoko
Metadata
Show full item recordAbstract
Di Indonesia beredar berbagai merek dan tipe es krim. Tipe es krim yang
beredar antara lain out of home, in home, artisanal, dan frozen yoghurt. Walaupun
tipe es krim yang beredar di indonesia beragam, tapi jika dibandingkan dengan
negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, tingkat konsumsi es krim di
Indonesia masih rendah . Pada tahun 2008 tingkat konsumsi per kapita masyarakat
Indonesia 0.2 liter per kapita per tahun sedangkan pada tahun 2012 tingkat
konsumsi per kapita masyarakat Indonesia 1,4 liter per kapita per tahun artinya
dalam 4 tahun naik 7 kali lipat. Walaupun demikian tingkat konsumsi es krim
perkapita masyarakat Indonesia tahun 2012 masih rendah jika dibandingkan
dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Hal tersebut
memperlihatkan potensi pasar Indonesia yang masih sangat besar.
Wall’s sebagai market leader ice cream di Indonesia memiliki market share
terbesar di untuk tipe out of home dan in home dengan market share masingmasing 70.6% dan 57.6%. Untuk lebih mendominasi pasar es krim di Indonesia
Wall’s perlu meningkatkan market share in home agar sama dengan market share
out of home-nya dengan cara akuisisi user kompetitor dan non user serta sambil
mempertahankan konsumen Wall’s. Untuk itu perlu mengetahui pasar mana yang
potensial dan bagaimana perilaku mereka.
Merek Diamond unggul dalam atribut harga yang terjangkau. Campina
unggul dalam atribut ukuran bervariasi. Sedangkan Wall’s menurut responden
unggul dalam atribut satu kemasan terdapat beberapa rasa, produk mudah
diperoleh dan dan sering ada promosi. Merek Baskin Robbins unggul dalam
atribut rasanya enak, banyak pilihan rasa, kemasannya menarik dan popularitas
merek sudah terkenal. Sedangkan Haagen Dazs menurut responden unggul dalam
atribut rasanya enak.
Analisis K-means cluster digunakan untuk mensegmentasikan pasar es krim
in home. Dibentuk 3 segmen berdasarkan atribut psikografi VALS Framework.
Analisis Biplot digunakan untuk melihat kedekatan atribut psikografi dengan
segmen. Hasil intepretasi analisis biplot menunjukkan segmen 1 sebagai segmen
value seeking ice cream buyer, segmen 2 sebagai segmen standard ice cream
buyer, dan segmen 3 sebagai segmen quality seeking ice cream buyer. User
segmen value seeking, segmen standard buyer dan non user segmen value
seeking, standard buyer dan quality seeking adalah segmen yang dijadikan
sebagai target pasar untuk diakuisisi. User segmen quality seeking adalah segmen
yang perlu di retensi.
Mayoritas pembelian es krim in home dilakukan spontan ketika berada di
dalam toko. Tempat membeli es krim in home favorit adalah di hypermarket dan
kemudian di minimarket.Waktu mengkonsumsi es krim in home terbanyak adalah
pada hari sabtu dan minggu.
Collections
- MT - Business [4063]
