Penilaian Kinerja Supply Chain Untuk Pelaksanaan Strategi Perubahan
View/ Open
Date
2014Author
Setiyorini, Laily
Arkeman, Yandra
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan pasar industri farmasi menyebabkan persaingan di dunia industri
tidak hanya terbatas secara lokal namun juga secara regional & global. Maka untuk
dapat menaklukkan persaingan tersebut tidak hanya inovasi yang harus terus
dikembangkan, namun juga perlu dipikirkan bagaimana agar bisnis dapat dijalankan
secara efektif dan efisien (low cost). Suatu sistem produksi yang efektif dan efisien
merupakan keharusan yang perlu dimiliki oleh para pelaku bisnis. Persaingan ini
menuntut perusahaan untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas, tepat
waktu, dan bervariasi.
Manajemen Supply Chain adalah komponen utama dari strategi kompetitif
untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas organisasi. Supply Chain
memastikan perbaikan efiensi dan efektivitas tidak hanya untuk produksi tetapi juga
berbagai informasi antara semua divisi terkait di semua tingkatan. Untuk dapat
memenuhi tuntutan pasar dibutuhkan peran serta dari semua pihak mulai dari
pemasok yang memasok bahan baku, perusahaan/pabrik yang mengolah bahan baku
menjadi produk atau komponen, perusahaan transportasi yang mengangkut bahan
baku dari pemasok dan mengantar barang jadi kepada konsumen akhir, serta
konsumen yang akan memakai produk tersebut.
Kondisi kinerja yang terjadi saat ini, adalah bahwa divisi supply chain di
perusahaan masih belum memiliki pandangan perencanaan jangka panjang yang
menyeluruh yang tentunya akan mempengaruhi perencanaan kapasitas dan
perencanaan sumber daya serta juga belum optimalnya pengaturan dan pengelolaan
persediaan perusahaan juga menjadi faktor penyebab belum optimalnya kinerja
supply chain perusahaan. Secara internal perusahaan juga mempunyai masalah dalam
hal kapasitas produksi, dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasar sebagian masih
belum bisa terpenuhi, sehingga dapat juga mempengaruhi tenggat waktu komitmen
terhadap jadwal pemenuhan barang. Tingginya biaya produksi juga menyebabkan
harga produknya tidak kompetitif di pasar.
Berdasarkan permasalahan yang timbul, maka tujuan dari penelitian ini yang
akan coba untuk dijawab di dalam penelitian ini, yaitu : (1)Menganalisa kinerja
Supply Chain yang terjadi di PT. XYZ Tbk dengan menggunakan metode SCOR.
(2)Merumuskan tujuan dan sasaran yang perlu dilakukan di bagian supply chain
perusahaan untuk menghadapi perubahan. (3)Merumuskan strategi dalam supply
chain perusahaan untuk menghadapi resistensi sebagai dampak dari perubahan.
(4)Merumuskan dan menyusun program-program strategis yang perlu dilakukan
dalam Supply Chain manajemen oleh perusahaan untuk mengantisipasi perubahan
yang terjadi.
Penelitian dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September-November 2013.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif, untuk
mengetahui faktor-faktor strategik yang berpengaruh dalam proses perubahan hambatan yang ditemui selama proses perubahan dilaksanakan di PT. XYZ Tbk.
Setelah dilakukan observasi dari lapangan, wawancara dan penyebaran kuesioner
kepada manajemen PT. XYZ, lalu dilakukan FGD untuk mendiskusikan dan
mempertajam analisa dalam pengambilan keputusan strategik. Penentuan strategi
rantai pasokan akan dilakukan dengan menggunakan kueisoner dan model yang telah
diterapkan oleh Huang et al. (2002). Penilaian peningkatan kinerja rantai pasok
dilakukan dengan menggunakan analisis pendekatan supply chain operation
references model. Penyusunan kartu SCOR dilakukan dengan menilai kondisi kinerja
aktual dan target perusahaan. Perumusan tujuan dan sasaran perubahan, dilakukan
berdasarkan hasil analisis sebelumnya yaitu analisis pengukuran kinerja supply chain,
kemudian dilanjutkan dengan menggunakan AHP. Lalu untuk mendiagnosa situasi
lingkungan kekuatan yang menolak dan kekuatan yang mendukung yang terjadi saat
menjalankan perubahan dilakukan dengan metode Force Field yang dikembangkan
oleh Kurt Lewin
Hasil dari uji identifikasi strategi rantai pasok yang dilakukan dengan
menggunakan metode Huang et al. (2002), adalah menjalankan Strategi Hybrid
Supply Chain. Karena produk yang dihasilkan merupakan produk hybrid yang
sebaiknya sejalan dengan rantai pasok jenis Hybrid Supply Chain (HSC), maka
strategi yang diterapkan adalah tipe strategi responsif, yaitu dengan menekankan
kepada efisiensi produksi berbiaya optimal tetapi juga responsif terhadap perubahan
pemintaan pasar untuk meminimalkan kekosongan stok di pasar, hal ini sejalan dan
searah dengan kebijakan strategi yang diterapkan di divisi Plant PT. XYZ.
Analisa kinerja supply chain dengan uji AHP yang dilakukan dengan
pendekatan SCOR, diperoleh hasil bahwa matrik delivery reliability menjadi matrik
kinerja yang menjadi prioritas, yang kedua adalah cost, berikutnya adalah flexibility
dan responsiveness, dan di urutan terakhir adalah asset. Sejalan dengan salah satu
misi perusahaan untuk berusaha menyediakan produk-produk sesuai permintaan
konsumen, maka sangatlah relevan jika ketepatan pelayanan kepada distributor baik
dalam hal jumlah, waktu dan administrasi menjadi faktor utama. Sementara di
peringkat kedua adalah faktor cost, semakin efisien biaya yang ditimbulkan maka
akan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan hal ini juga relevan dengan
strategi rantai pasok yang dihasilkan dari penelitian ini, bahwa produk yang
dihasilkan oleh PT. XYZ tergolong produk hibrida maka strategi rantai pasok yang
dijalankan adalah Hybrid Supply Chain, dimana penekanan dalam strategi ini adalah
pada efisiensi/produksi berbiaya optimal tetapi juga responsif terhadap pemintaan
konsumen. Tujuan prioritas dari hasil AHP adalah peningkatan customer service
level, prioritas yang kedua adalah penurunan biaya produksi, lalu peningkatan
pendapat perusahaan, lalu kemudian untuk dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut
maka disimpulkan bahwa prioritas strategi yang akan dilakukan adalah melakukan
pemilihan supplier, membuat kontrak kerjasama mengenai kepastian suplai, kepastian
harga dan pengaturan dan monitor persediaan.
Collections
- MT - Business [4063]
