Analisis Biaya Pelayanan Jaminan Persalinan Dengan Tarif Ina-Cbg'S Di Rumah Sakit Pmi Bogor
View/ Open
Date
2014Author
Berlis, Rita
Siregar, Hermanto
Andati, Trias
Metadata
Show full item recordAbstract
Rumah sakit PMI Bogor adalah salah satu rumah sakit swasta yang
melaksanakan program pemerintah yaitu program kesehatan gratis bagi
masyarakat miskin dan tidak mampu (dibiayai pemerintah, melalui PT Askes)
yang dikenal dengan program Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), yang
sejak tahun 2011 sudah termasuk jaminan persalinan. Dalam setiap pelayanan
yang diberikan RS PMI memperlakukan pasien sesuai dengan standar pelayanan
yang dtetapkan rumah sakit, termasuk penagihannya menggunakan tarif rumah
sakit sesuai dengan pelayanan yang diberikan (fee for service), sehingga seringkali
klaim yang diterima lebih kecil (tarif INA-CBG’s) dari biaya pelayanan (tarif
rumah sakit). Tarif INA-CBG’s adalah tarif yang ditetapkan pemerintah
berdasarkan klasifikasi satu kelompok penyakit (casemix)
Tujuan penelitian ini yakni menganalisis biaya pelayanan sesuai tarif rumah
sakit, khususnya rawat inap dengan jaminan persalinan (Jampersal-Jamkesmas)
tahun 2012 pada kasus persalinan (kode “O”) dan kasus Berat Bayi Lahir Rendah
(BBLR dengan kode “P”) berdasarkan prosedur klinis yang dilakukan, biaya yang
dibebankan dan membandingkannya dengan tarif paket INA-CBG’s. Selanjutnya,
meneliti faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan biaya pelayanan tersebut
dengan tarif INA-CBG’s..
Penelitian ini menggunakan data tagihan pasien Jamkesmas kasus
persalinan dan kasus BBLR mulai bulan Januari 2012 sampai dengan Desember
2012 sebanyak 460 data tagihan, terdiri dari 275 data kasus persalinan dan 185
kasus BBLR. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis
deskriptif, dan analisis keragaman (Anova) serta analisis regresi untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan kasus persalinan dan BBLR.
Berdasarkan hasil olah data diketahui bahwa biaya pelayanan rawat inap kasus
persalinan dipengaruhi oleh jenis kasus dan lamanya hari rawat inap (length of
stay=LOS), dan kasus BBLR dipengaruhi hanya oleh LOS. Walaupun sebagian
besar kasus mempunyai LOS yang efisien (< 6 hari), akan tetapi dari nilai biaya
pelayanan (tarif RS) sebagian besar kasus tidak efisien dibandingkan tarif INACBG’s Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pelayanan (tarif RS) pada kasus
persalinan adalah biaya biaya kamar, biaya bedah, biaya obat dan jasa dokter
spesialis. Sedangkan pada kasus BBLR, di samping biaya kamar, juga
dipengaruhi oleh biaya pemakaian alat, biaya obat, jasa paramedik dan jasa
dokter spesialis. Nilai kerugian terbesar pada kasus persalinan terjadi pada kasus
operasi (caesar). Sedangkan pada kasus BBLR, kerugian terbesar terjadi pada
bayi yang lahir sangat rendah dan atau kondisi kompleks, sehingga memerlukan
hari perawatan lebih lama.
Collections
- MT - Business [4063]
