Analisis Kebutuhan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangerang Selatan
Abstract
Tangerang Selatan merupakan kota otonom pertama di Provinsi Banten.
Dalam melaksanckan otonomi tersebut Pemerintah Daerah perlu segera
membangun dan mengembangkan kota wilayahnya dan salah satunya dengan
memanfaatkan sumber daya alam serta potensi-potensi lain yang dimilikinya.
Pengembangan sektor pertanian di Tangerang Selatan dihadapkan pada
masalah ketersediaan lahan. Luas lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan terus
berkurang dan tersisa 30% dari 2.794.41 hektar luas lahan pertanian. Tanggal 13
Maret 2009 Pemerintah Daerah membentuk Dinas Pertanian dan Ketahanan
Pangan untuk menyelamatkan dan mengembangkan pertanian, petemakan, dan
perikanan dari alctivitas pembangunan kota serta menjaga ketahanan pangan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Tangerang Selatan telah melakukan
upaya untuk mengembangkan sektor pertanian tetapi belum maksimal. Kinerja
para Kepala Seksi diindikasikan ikut mempengaruhinya karena memiliki tugas
dan fungsi yang lebih spesifik dan berhadapan langsung dengan pelaku pertanian.
Faktor yang diindikasikan telah mempengaruhi kinerja Kepala Seksi
adalah kompeteusi. Salah satu upaya untuk mengubah kompetensi adalah melalui
pelatihan. Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) kota
Tangerang Selatan telah memberikan pendidikan jabatan maupun pelatihan teknis
pekerjaan kepada para Kepala Seksi. 0leh karena itu, perlu diiakukan kajian yang
mendalam untuk menganalisis pelatihan yang telah diikuti dan perlu dilakukan
analisis khusus untuk mengetahui pelatihan-pelatihan yang sebenarnya masih
dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi guna mencapai standar kinerja.
Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis persepsi Kepala Seksi
terhadap pelatihan yang telah diikutL 2) menganalisis hubungan antara pelatihan
dan kompetensi, 3) menganalisis hubungan antara kompetensi dan kinerja, dan
4) menganalisis pelatihan yang dibutuhkan oleh Kepala Seksi.
Penelitian dilakukan di karitor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kota Tangerang Selatan pada Nopember sampai Desember 2012 dengan
menggunakan metode deskriptif. Responden berjumlah 15 orang yang terdiri dari
1 1 Kepala Seksi dan empat Kepala Bidang. Data yang digunakan terdiri dari data
primer dan sekunder yang bersumber dari observasi, wawancara, dan kuesioner.
Persepsi terhadap pelatihan, kompeteusi, dan kinerja dianalisis menggunakan
teknik rataan skor. Hubungan antar variabel dianalisis dengan Rank Spearman.
Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode TNA-T.
Hasil analisis persepsi terhadap pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan
yang diikuti telah melalui tchap analisis kebutuhan pelatihan, pelaksanaan
pelatihan, dan tahap evaluasi dengan baik. Persepsi responden terhadap perubahan
kompetensi dan kinerja menunjukkan adanya perubahan menjadi lebih baik.
Hubungan antara pelatihan dan kompetensi berdasarkan korelasi Rank
Spearman menunjukkan hubungan yang kuat dan tahap pelaksanaan pelatihan
menjadi variabel yang memiliki hubungan yang paling kuat dengan kompetensi.
Hubungan antara kompetensi setelah pelatihan dengan kinerja juga memiliki hubungan yang kuat. Sehingga semakin baik persepsi responden terhadap pelatihan yang dilaksanakan maka akan semakin baik pula persepsi mereka terhadap kompetensi dan kinerja.
Analisis kebutuhan pelatihan bagi Kepala Seksi dilakukan dengan metode TNA-T (Training Need Assesment Tools). Kebutuhan pelatihan diketahui dari nilai kesenjangan (Gap) antara Kemampuan Kerja Pribadi (KKP) dengan Kemampuan Kerja Jabatan (KKJ). Hasil analisis kebutuhan pelatihan dengan metode TNA-T menunjukkan adanya deskripsi tugas yang membutuhkan pelatihan dan beragam.
Deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi kepemimpinan dan bidang pekerjaan membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi di empat bidang yang ada yakni bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Ketahanan pangan. Sedangkan deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi fleksibilitas membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi bidang Pertanian dan Perikanan. Serta deskripsi tugas yang terkait dengan kompetensi kerjasama membutuhkan pelatihan bagi Kepala Seksi bidang Peternakan. Peringkat kebutuhan pelatihan untuk semua deskripsi tugas diketahui berada pada peringkat dibutuhkan tetapi tidak mendesak.
Collections
- MT - Business [4063]
