Analisis Strategi Untuk Pengembangan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
View/ Open
Date
2013Author
Abdurrahim, Muhammad Fauzanul Hakim
Daryanto, Arief
Nurmalina, Rita
Metadata
Show full item recordAbstract
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) adalah salah
satu Unit Kerja riset dan pengembangan yang berbasiskan bioteknologi dari PT
Riset Perkebunan Nasional (PT RPN). Tahun 2009 Lembaga Riset Perkebunan
Indonesia bertransformasi menjadi PT RPN sesuai keputusan Menteri Pertanian
melalui Surat Keputusan Nomor 199/TU.210/M/9/2009 tanggal 9 September
2009. Perubahan pada PT RPN tersebut berpengaruh terhadap mandat yang
diberikan kepada BPBPI, dimana mandat yang pada awalnya hanya melakukan
penelitian-penelitian dibidang bioteknologi tanaman perkebunan saja (sejak
1993), kemudian ditambah lagi harus memenuhi kebutuhan diri sendiri seperti
kegiatan operasional yang berlangsung di BPBPI. Perubahan-perubahan tersebut
mempengaruhi keadaan keuangan BPBPI. Perhitungan surplus atau defisit
keuangan BPBPI dari tahun 2008 sampai dengan 2010 menunjukkan penurunan
yang sangat signifikan. Tahun 2008 pendapatan BPBPI surplus sebanyak Rp
600.767.013 yang kemudian menurun pada tahun 2009 menjadi Rp 288.814.182.
Tahun 2010 pendapatan dari APBN ditiadakan karena PT RPN telah dianggap
mandiri dalam pembiayaan kegiatan operasional (telah menjadi perseroan),
namun beberapa unit kerja dari PT RPN belum dapat sepenuhnya mandiri (salah
satunya BPBPI). Hal tersebut menyebabkan pada tahun 2010 terjadinya defisit
keuangan BPBPI sebesar Rp 1.277.641.757. Berdasarkan latar belakang tersebut,
maka tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menentukan faktor-faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi BPBPI dalam mencapai visi dan misinya, (2)
Menyusun alternatif strategi untuk pengembangan di BPBPI, (3) Merumuskan
prioritas strategi untuk pengembangan di BPBPI.
Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan
Indonesia yang berlokasi di Jalan Taman Kencana Nomor 1 Bogor. Penelitian
dilakukan selama tujuh bulan yaitu dari Bulan Mei – Desember 2012. metode
deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran informasi, penjelasan, dan
kondisi yang berkaitan dengan obyek penelitian. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari
kuesioner dan in-depth interview, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi
pustaka berbagai sumber yang relevan. Teknik pengambilan contoh dilakukan
dengan cara sengaja (purposive sampling). Hal ini dilakukan dengan
pertimbangan bahwa responden yang bersangkutan memiliki keahlian dan
kompeten di bidangnya. Responden yang akan dipilih terdiri dari delapan orang
responden internal dan dua orang responden eksternal. Analisa faktor internal dan
eksternal ini akan menghasilkan Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi
Faktor Eksternal (EFE) serta posisi BPBPI saat ini dalam matriks Internal
Eksternal (IE). Faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempertimbangkan
posisi perusahaan dalam matrik IE dipergunakan untuk menyusun matriks SWOT
BPBPI, selanjutnya alternatif strategi yang dihasilkan dari mariks SWOT akan
ditentukan prioritas strategi pengembangannya menggunakan kombinasi AHP
(Analytical Hierarchy Process) dan SWOT (AWOT).
Collections
- MT - Business [4063]
