Analisis Struktur Modal dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Pembiayaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013)
Abstract
Perkembangan bisnis pada saat ini membutuhkan strategi perencanaan
bisnis yang tepat untuk memaksimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya
agar memperoleh tingkat pengembalian yang mampu meningkatkan nilai
perusahaan bagi para stakeholders. Salah satu strategi keuangan penting yang
merupakan bagian dari strategi perencanaan bisnis perusahaan adalah pengelolaan
struktur modal untuk pendanaan kegiatan usaha. Menurut Weston dan Brigham
(1994), strategi struktur modal merupakan salah satu keputusan utama bagi
manajer keuangan. Struktur modal terdiri dari modal utang (debt capital) dan
modal ekuitas (equity capital). Kombinasi antara modal utang dan modal ekuitas
berpengaruh pada tingkat risiko dan nilai perusahaan (Ross et al. 2008). Menurut
Fadhilah (2011) dan Astuti (2012) dalam penelitiannya, struktur modal
perusahaan berpengaruh signifikan pada kinerja keuangan perusahaan.
Pengukuran kinerja keuangan dicerminkan dari rasio-rasio keuangan yang
memberikan gambaran tentang kondisi profitabilitas perusahaan selama periode
tertentu.
Salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia adalah institusi
keuangan. Perusahaan pembiayaan merupakan salah satu sektor dari institusi
keuangan yang mengalami pertumbuhan bisnis selama periode 2009-2013,
ditandai dengan meningkatnya nilai piutang pembiayaan yang didanai melalui
sumber modal yang sebagian besar berasal dari utang. Peningkatan nilai piutang
pembiayaan akan meningkatkan pendapatan bunga pembiayaan. Namun,
peningkatan utang juga akan menyebabkan kenaikan beban bunga dan keuangan
yang mempengaruhi laba bersih perusahaan.
Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, tujuan penelitian ini adalah:
(1) Menganalisis struktur modal perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2013; (2) Menganalisis pengaruh struktur modal
terhadap kinerja keuangan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tahun 2009-2013. Selanjutnya memberikan rekomendasi bagi
manajemen perusahaan, investor pasar modal, perbankan dan regulator. Penelitian
ini termasuk jenis kuantitatif dengan pendekatan ekonometrik dan explanatory
reasearch, yang menjelaskan hubungan antara dua faktor atau lebih. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data laporan
keuangan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2009-2013.
Perusahaan pembiayaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 9
perusahaan dengan menggunakan laporan triwulanan dan tahunan selama tahun
2009-2013, sehingga terdapat 180 titik pengamatan. Data tersebut kemudian
diolah menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan software
Microsoft Excel 2007 dan Eviews 6. Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah kinerja keuangan yang terdiri dari rasio return on assets (ROA), rasio return on equity (ROE) dan rasio price to earning (PER). Sedangkan variabel
independen berupa struktur modal yaitu rasio debt to total assets (DAR) dan rasio
debt to total equity (DER). Penelitian ini juga didukung oleh data-data dari studi
literatur, publikasi pemerintah, jurnal-jurnal ilmiah serta hasil penelitian yang
dilakukan sebelumnya yang relevan dengan obyek atau masalah yang sedang
diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan yang
terdaftar di BEI selama tahun 2009-2013 memiliki rata-rata rasio DER sebesar
2,48 kali artinya perusahaan pembiayaan lebih banyak mengandalkan pendanaan
dari utang dibandingkan dengan ekuitas. Utang yang digunakan sebagai sumber
modal umumnya berasal dari pinjaman bank dan obligasi. Penelitian juga
menunjukkan nilai rata-rata ROA dan ROE perusahaan pembiayaan yang terdaftar
di BEI selama tahun 2009-2013 masing-masing sebesar 6,06% dan 17,03%. Hal
ini menandakan bahwa perusahaan pembiayaan pada umumnya memiliki
kemampuan pengelolaan sumber modal yang menghasilkan tingkat pengembalian
dari utilisasi aset perusahaan maupun dari ekuitas modal yang diinvestasikan oleh
pemegang saham dan investor. Nilai rata-rata PER perusahaan pembiayaan yang
terdaftar di BEI selama tahun 2009-2013 sebesar 9,16 kali.
Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa struktur modal
(leverage ratio) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap rasio profitabilitas
berupa ROA dan ROE, namun memiliki pengaruh positif signifikan terhadap rasio
pasar berupa PER. Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan proporsi utang
sebagai sumber modal untuk pendanaan aset perusahaan pembiayaan
menyebabkan penurunan pada rasio profitabilitas karena dampak dari beban
bunga dan keuangan yang semakin tinggi.
Collections
- MT - Business [4063]
