Manajemen Risiko Pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
View/ Open
Date
2015Author
Triyani, Nina
Beik, Irfan Syauqi
Baga, Lukman M.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan dengan melihat tingkat kepentingan manajemen
risiko pada pengelolaan zakat di lembaga amil. Pegelolaan zakat sangat rentan
terhadap isu miring yang beredar. Dengan beredarnya isu miring pada lembaga
amil zakat maka hal ini bisa berdampak pada reputasi amil. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah (1) menganalisa faktor-faktor penyebab terjadinya resiko
pada BAZNAS, (2) melakukan pemetaan dari kemungkinan (probability) dan
dampak (impact) risiko yang terjadi pada pengumpulan dana zakat, pengelolaan
dana zakat dan distibusi dana zakat, (3) merumuskan upaya-upaya untuk
melakukan mitigasi risiko pada BAZNAS.
Penelitian dilakukan di kantor pusat BAZNAS yang berlokasi di Jakarta
Pusat. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Juni 2015. Penelitian ini
dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan metode purposive
sampling dengan memberikan kuesioner dan wawancara (in depth interview).
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder.
Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner dari para responden.
Data skunder diperoleh dari kajian pustaka yaitu jurnal, profil lembaga amil,
undang - undang yang terkait penelitian, perpustakaan, website dan internet.
Metode yang digunakan dalam penenelitian ini yaitu dengan menggunakan
Enterprise Risk Management (ERM). Dalam ERM, risiko yang diamati ada empat
bidang yaitu strategic, operating, reporting dan compliance. Pengelolaan risiko
dengan menggunakan metode ERM diharapkan dapat membantu lembaga amil
dalam mengatasi risiko-risiko yang terjadi, meningkatkan kinerja lembaga amil
dan meningkatkan reputasi amil di masyarakat.
Pemetaan risiko dengan pendekatan ERM dilakukan dengan berpedoman
pada delapan komponen ERM. Delapan komponen ERM meliputi internal
environment, objective setting, event identification, strategic, operating, reporting
dan compliance. Pada komponen ke-empat yaitu risk assessment menggambarkan
peta risiko dan mendapatkan skor nilai dari risiko-risiko yang terjadi. Skor nilai
diperoleh dengan mengukur tingkat kemungkinan risiko (risk probability) dan
dampak risiko (risk impact) dari setiap peristiwa risiko yang terjadi. Risko yang
terjadi pada BAZNAS beragam, ada risiko yang berdampak kecil, sedang ataupun
besar. Serta ada juga risiko yang jarang terjadi tetapi memiliki dampak yang
signifikan bila terjadi.
Setelah dilakukan penilaian atau pemberian skor pada setiap risiko,
selanjutnya dilakukan risk response. Pada risk response dilakukan perumusan
strategi untuk memitigasi risiko. Risiko yang perlu ditangani segera adalah yang
termasuk kategori unacceptable, yaitu risiko yang mempunyai dampak besar.
Untuk memastikan risk response tersebut berjalan dengan efektif maka perlu
dilakukan control activities.
Dalam penelitian ini total risiko yang teridentifikasi sebanyak 60 risiko.
Peristiwa risiko dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu risiko pengumpulan dana
teridentifikasi sebanyak 16 risiko, risiko pengelolaan dana zakat teridentifikasi
sebanyak 26 risiko dan risiko pendistribusian teridentifikasi sebanyak 18 risiko.
Collections
- MT - Business [4063]
