Perencanaan Strategis Pt.Sucofindo (Persero) Untuk Ekspandi Pasar Asean
View/ Open
Date
2013Author
Hartanto, Budi
Djohar, Setiadi
Daryanto, Heny K.
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Sucofindo (Persero) atau SCI adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang bergerak pada industri jasa inspeksi dan pengujian, yang saat ini bidang usaha tersebut masih dalam kategori proteksi dari Pemerintah, serta sejalan dengan perkembangan pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diberlakukan pada tahun 2015, maka perusahaan dihadapkan adanya perubahan lingkungan bisnisnya. Visi perusahaan untuk menjadi perusahaan terpercaya dan menguntungkan dalam bidang pemastian di Indonesia dan Asean memiliki makna bahwa perusahaan harus mampu memberikan hasil dalam bentuk dividen yang optimal kepada Pemegang Saham serta mampu berekspansi ke pasar Asean.
Inisiatif Perusahaan dalam melakukan penyesuaian strategi dalam menghadapi kondisi perubahan lingkungan melalui penyusunan serangkaian rencana strategi baru yang mendukung visi perusahaan agar tetap kompetitif dan memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri melalui pemberian produk/jasa yang mampu memberikan nilai tambah kepada para pelanggannya.
Periode 2008-2011, perusahaan mengalami fluktuasi kemampuan dalam menghasilkan laba bersih yang masih dibawah tingkat inflasi dan bunga bank, yang memberikan dampak terhadap pendanaan bagi pengembangan bisnis di masa depan walaupun posisi pasar relatif terhadap pesaing ditahun 2010 telah mencapai 34%.
Keterbukaan ekonomi di Asean yang akan diberlakukan pada tahun 2015 dan rencana pemerintah untuk menghapuskan proteksi jasa inspeksi dan pengujian membawa dampak yang penting bagi keberlangsungan usaha. Kesenjangan usia produktif juga menjadi kendala dalam perusahaan, sehingga pelayanan pelanggan untuk beberapa jasa yang dihasilkan membutuhkan tenaga luar paruh waktu (temporer), hal ini dipengaruhi juga oleh keragaman jasa yang dijual saat ini sebanyak 152 jasa juga memberikan pengaruh kepada semakin tingginya merawat kompetensi teknis dari setiap pegawai di perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengevaluasi visi dan budaya organisasi, 2) mengidentifikasikan perubahan lingkungan perusahaan, 3) memformulasikan strategi alternatif dan 4) menyusun perencanaan strategis prioritas agar mencapai visi dan misi perusahaan, serta 5) penyusunan sasaran dan program kerja dalam lima tahun Penelitian menggunakan data primer dan data sekunder melalui daftar pertanyaan yang dimintakan jawaban serta literatur atau jurnal yang terkait dengan pelaksanaan pengambilan data yang relevan untuk memberikan simpulan, dengan metodologi perhitungan penilaian tingkat kepentingan (paired comparison) dan penilaian dari para responden. Hasil kuesioner sebanyak 97,8% meyakini bahwa visi dan misi masih mampu dilaksanakan dalam lima tahun kedepan untuk memposisikan perusahaan yang sejajar dengan perusahaan lain dari luar, serta melalui instrumen pengukuran dalam memberikan
informasi budaya organisasi bahwa perusahaan memiliki kecenderungan pada tipe
budaya organisasi adhocracy, yang berarti bahwa pegawai didalamnya memiliki karakter
inovasi, organisasi yang sangat dinamis, berjiwa entrepreneur, kreatif, berani mengambil
risiko untuk mencoba hal baru dalam mendobrak tradisi birokrasi, dan memiliki tujuan
yang sangat kompetitif dan goal-oriented. Penelitian lebih jauh mengenai wawasan masa
depan perusahaan jasa inspeksi dan pengujian berdasarkan jawaban dari para responden
bahwa ke depan dengan tahapan pertama perusahaan diposisikan hanya sebagai operator,
tahap kedua menjadikan perusahaan hanya sebagai perusahaan yang memberikan
layanan dalam paket jasa antara inspeksi dan pengujian, dan tahap ketiga adalah menjadi
perusahaan yang mempu memitigasi produk pelanggan agar data diterima oleh pembeli
luar negeri serta tahap keempat adalah menjadi perusahaan yang memberikan solusi total
kepada para pelanggan dalam meningkatkan produk atau komoditas yang dihasilkannya.
Faktor strategis kekuatan yang signifikan adalah produk yang andal, akreditasi,
reputasi perusahaan, jaringan kerja, pemimpin pasar pada bidangnya, keberagaman jasa
dan teknologi yang relatif baik, serta kelemahan yang harus segera mendapat perbaikan
adalah kesenjangan usia produktif, kemampuan mendapatkan dana sendiri dan posisi kas
perusahaan yang sangat lemah. Faktor strategis peluang yang signifikan adalah
bertambahnya penugasan pemerintah, pertumbuhan pelanggan swasta, diferensiasi jasa
baru, ekstensifikasi dan intensifikasi jasa, sementara ancaman yang nyata adalah perijinan
investasi kian relatif mudah dengan terbukanya daftar negatif investasi dan potensi harga
rendah akibat persaingan di dalam negeri.
Pemetaan melalui matriks internal-eksternal diperoleh nilai bobot tertimbang faktor
internal sebesar 2,87 dan faktor eksternal sebesar 3,54, dan berada pada posisi sel II,
sehingga strategi yang digunakan perusahaan adalah strategi tumbuh dan kembangkan
(grow and build). Penyusunan strategi prioritas perusahaan dilakukan melalui pendekatan
quantitative strategic planning matrix (QSPM), sehingga dihasilkan strategi prioritas
yaitu melakukan pengembangan pasar melalui penetuan lokasi tujuan di negara Asean,
peningkatan operasi, layanan dan penjualan yang baik (operational excellence),
peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam membangun daya saing dan budaya yang
berkinerja tinggi, serta meningkatkan kemampulabaan perusahaan (profitable). Sasaran
dan program kerja secara kuantitatif dan kualitatif disusun untuk periode tahun 2013-
2017 sebagai penerjemahan strategi agar dapat dilakukan pemantauan dan evaluasi atas
keberhasilan strategi tersebut.
Collections
- MT - Business [4063]
