Rancangan Pengukuran Kinerja Berbasis Balanced Scorecard Pada Sekupang Ferry Terminal
View/ Open
Date
2014Author
Angraini, Febi Adnesia
Fahmi, Idqan
Suwandi, Ruddy
Metadata
Show full item recordAbstract
Transportasi laut merupakan sub sistem transportasi nasional terdiri dari
elemen kegiatan angkutan laut, kepelabuhan, kelaiklautan kapal, kenavigasian
serta penjagaan dan penyelamatan yang saling berinteraksi secara terpadu guna
mewujudkan tersedianya angkutan laut yang efektif dan efisien. Balanced
scorecard (BSC) merupakan metode penilaian kinerja dengan mekanisme
berfokus kepada strategi karena penerapannya memungkinkan semua unit dalam
organisasi memberikan kontribusi secara terukur pada pelaksanaan strategi
organisasi untuk mencapai visi dan misi. Metode BSC digunakan sebagai alat
analisis didalam menganalisis kinerja Sekupang Ferry Terminal (SFT).
Bagaimana pelaksanaan pengukuran dan apa yang dihasilkan menjadi masukan
bagi perusahaan untuk perbaikan di periode anggaran berikutnya. Objek penelitian
yang diambil adalah semua pelanggan, karyawan dan pelaku bisnis dalam
pelabuhan. Metode wawancara dan survei dipakai dalam penelitian ini. Jumlah
total responden 133 orang, yaitu semua pihak yang terkait dalam operasional
pelabuhan. Metode pengolahan data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjabarkan visi, misi ke dalam
sasaran-sasaran strategi pada keempat perspektif BSC, merumuskan ukuranukuran kinerja yang diperlukan oleh SFT, menetapkan indikator pengukuran
kinerja SFT sesuai dengan perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif
bisnis internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, mensimulasikan
rancangan hasil pengukuran kinerja yang menggunakan metode BSC dengan
pengukuran kinerja yang digunakan SFT selama ini.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian dimulai dari perancangan
model BSC, meliputi: (1) penjabaran visi dan misi; (2) penyusunan peta strategi;
(3) identifikasi idikator kinerja, penentuan ukuran dan target strategis serta
perumusan inisiatif strategi; (4) penentuan bobot indikator kinerja; dan
implementasi simulasi rancangan BSC, meliputi: (1) penentuan skor indikator
kinerja kunci (KPI); (2) simulasi rancangan BSC; (3) evaluasi dan perbandingan
hasil pengukuran kinerja; (4) implikasi manajerial.
Identifikasi indikator kinerja dibangun berdasarkan kajian teoritis, survei
lapangan, dan survei pakar yang menghasilkan 11 indikator kinerja utama tersebar
dalam empat perspektif BSC. Pembobotan perspektif BSC dan indikator kinerja
menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Metode objective
matrix (OMAX) digunakan untuk menormalisasi dan mengkonversikan nilai
ukuran kinerja menjadi indeks kinerja sehingga akan diperoleh satu indeks
tunggal atau satu nilai kinerja tunggal.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja Sekupang
Ferry Terminal tahun 2013 termasuk kedalam kategori excellent. Hal ini sesuai
dengan perolehan total skor keseluruhan dari perspektif BSC sebesar 3,636.
Perspektif finansial berkontribusi sebesar 9,4%, perspektif pelanggan sebesar
51,5%, perspektif proses bisnis internal sebesar 16,2% dan perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 22,9%. Aspek yang perlu ditingkatkan sebagai upaya yang dilakukan instansi untuk meningkatkan kinerja adalah dengan
memperhatikan sasaran strategi pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Walaupun dinilai mampu dalam memberikan kepuasan kerja pegawai namun
motivasi karyawan perlu ditingkatkan demi tercapainya target dan misi
perusahaan. Peningkatan motivasi karyawan dapat meningkatkan prestasi kerja
karyawan.
Collections
- MT - Business [4063]
