Pengaruh Pengungkapan Keberlanjutan dan Kinerja Keberlanjutan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan LQ45
Abstract
Isu keberlanjutan semakin banyak dibicarakan dan menjadi perhatian dunia. Pemerintah Indonesia melalui POJK Nomor 51 Tahun 2017 mewajibkan seluruh perusahaan publik di Indonesia untuk mengungkapkan laporan keberlanjutan mulai tahun 2020. Oleh karena itu, hubungan antara keberlanjutan dan keuangan yang dalam penelitian-penelitian sebelumnya bersifat inkonklusif menjadi menarik untuk dikaji.
Penelitian ini menguji pengaruh pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keberlanjutan (masing-masing dalam dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial) terhadap kinerja keuangan perusahaan LQ45, dengan fokus pada periode ketika pelaporan keberlanjutan menjadi wajib.
Penelitian ini menggunakan data dari 62 laporan keberlanjutan dari 24 perusahaan nonfinansial yang secara konsisten termasuk dalam indeks LQ45 selama tahun 2020–2022. Pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keberlanjutan diukur dengan melakukan analisis konten terhadap laporan keberlanjutan menggunakan GRI Standard yang terdiri dari dimensi ekonomi, dimensi lingkungan, dan dimensi sosial. Kinerja akuntansi diproksikan dengan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), sedangkan kinerja pasar diproksikan dengan Tobin’s Q. Data dianalisis menggunakan model regresi panel.
Analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keberlanjutan perusahaan memiliki tren yang meningkat dalam kurun waktu 2020–2022. Hal ini menunjukkan pemahaman dan praktik pengungkapan serta kinerja keberlanjutan perusahaan yang semakin baik.
Dimensi ekonomi dan lingkungan dari pengungkapan keberlanjutan memiliki dampak negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja akuntansi. Hal ini berarti bahwa keberlanjutan dimensi ekonomi dan lingkungan merupakan tambahan biaya bagi perusahaan, tetapi biaya tersebut terkompensasi oleh biaya-biaya lain. Sementara itu, dimensi sosial dari pengungkapan keberlanjutan memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja akuntansi ROA dan ROE. Hal ini menunjukkan bahwa praktik yang berorientasi pada pemangku kepentingan seperti kesejahteraan karyawan, tanggung jawab produk, dan kepuasan pelanggan dapat meningkatkan kinerja akuntansi.
Pengaruh seluruh dimensi kinerja keberlanjutan tidak signifikan terhadap kinerja akuntansi baik ROA maupun ROE. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara keberlanjutan dan keuangan tergantung kepada bagaimana keberlanjutan diukur.
Selain itu, seluruh dimensi pengungkapan keberlanjutan dan kinerja keberlanjutan tidak signifikan terhadap kinerja pasar Tobin’s Q. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih mengutamakan informasi dari laporan keuangan alih-alih laporan keberlanjutan dalam pengambilan keputusan. Sustainability issues are increasingly being discussed and are of global concern. The Indonesian government through POJK Number 51 of 2017 requires all public companies in Indonesia to disclose sustainability reports starting in 2020. Therefore, the relationship between sustainability and finance, which in previous studies was inconclusive, is interesting to study.
This study examines the effect of sustainability disclosure and sustainability performance (in economic, environmental, and social dimensions, respectively) on the financial performance of LQ45 companies, focusing on the period when sustainability reporting became mandatory.
This study uses data from 62 sustainability reports from 24 non-financial companies that are consistently included in the LQ45 index during 2020–2022. Sustainability disclosure and sustainability performance are measured by conducting a content analysis of sustainability reports using the GRI Standard consisting of economic dimensions, environmental dimensions, and social dimensions. Accounting performance is proxied by Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE), while market performance is proxied by Tobin's Q. The data are analyzed using a panel regression model.
Descriptive analysis shows that the average score of sustainability disclosure and corporate sustainability performance has an increasing trend in the 2020–2022 period. This indicates an improving understanding and practice of corporate sustainability disclosure and performance.
The economic and environmental dimensions of sustainability disclosure have a negative but insignificant impact on accounting performance. This means that the economic and environmental dimensions of sustainability are additional costs for the company, but these costs are offset by other costs. Meanwhile, the social dimension of sustainability disclosure has a positive and significant effect on accounting performance ROA and ROE. This shows that stakeholder-oriented practices such as employee welfare, product responsibility, and customer satisfaction can improve accounting performance.
The effect of all dimensions of sustainability performance is not significant on accounting performance, both ROA and ROE. This shows that the relationship between sustainability and finance depends on how sustainability is measured.
In addition, all dimensions of sustainability disclosure and sustainability performance are not significant on Tobin's Q market performance. This shows that investors still prioritize information from financial reports rather than sustainability reports in decision making.
Collections
- MT - Business [4063]
