Faktor-faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani Mengikuti Kemitraan dan Dampaknya terhadap Risiko Produksi Tebu
Date
2025Author
Ulfah, Nabillah Ammaryl
Fariyanti, Anna
Kusnadi, Nunung
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi gula nasional belum mampu memenuhi permintaan industri makanan minuman, industri farmasi dan konsumsi gula masyarakat. Tidak terpenuhinya permintaan gula disebabkan oleh fluktuasi jumlah produksi tebu. Fluktuasi produksi tebu disebabkan adanya variasi produktivitas dan luas lahan tebu. Fluktuasi produksi menunjukkan risiko produksi yang dihadapi petani tebu. Sumber risiko produksi tebu berasal dari serangan hama dan penyakit, perubahan cuaca, dan perubahan iklim. Apabila risiko tidak dimitigasi dapat mengakibatkan penurunan kuantitas dan kualitas produksi tebu dan mengganggu ketersediaan bahan baku pabrik gula.
Kemitraan menjadi upaya untuk mengurangi risiko produksi yang dihadapi petani tebu. Kemitraan memberikan fasilitas antara lain bimbingan teknis, pengawasan rutin dari pihak mitra, akses ke pembiayaan, dan penyediaan input dan layanan. Namun, meskipun kemitraan memiliki banyak manfaat, tidak menjadikan semua petani tebu mengikuti kemitraan. Beberapa petani memilih untuk menjalankan usahatani tebu secara mandiri dari awal musim tanam hingga pemasaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang memengaruhi keputusan petani mengikuti kemitraan dan menganalisis dampak kemitraan terhadap risiko produksi.
Penelitian dilakukan pada petani tebu yang mengikuti kemitraan dengan Pabrik Gula Semboro mencakup petani tebu di Kecamatan Tanggul dan Kecamatan Semboro. Penelitian berlangsung selama bulan Oktober 2022 hingga Mei 2023. Penelitian menggunakan data primer melibatkan 112 petani tebu, terdiri atas 53 petani mitra dan 59 petani non mitra. Metode analisis menggunakan regresi logistik untuk menganalisis faktor yang memengaruhi keputusan petani mengikuti kemitraan dan metode propensity score matching untuk menganalisis dampak kemitraan terhadap risiko produksi.
Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang signifikan memengaruhi keputusan petani untuk mengikuti kemitraan usahatani tebu di Kabupaten Jember meliputi akses pada pupuk anorganik, pupuk organik, dan benih berkualitas. Akses kredit, keanggotaan dalam koperasi dan penyuluhan yang efektif juga memperkuat keputusan petani untuk berpartisipasi dalam kemitraan. Kemitraan usahatani tebu terbukti memiliki dampak positif dengan menurunkan risiko produksi tebu dan meningkatkan produktivitas tebu, karena kemitraan memberikan dukungan teknis yang lebih baik dan akses ke input yang lebih berkualitas. National sugar production has not met sugar consumption. The cause is the fluctuation in sugarcane production. Fluctuations in sugarcane production are caused by variations in productivity and the area of sugarcane land. These fluctuations indicate the existence of production risks faced by sugarcane farmers. The sources of sugarcane production risk come from attacks by plant pests (OPT), weather changes, and climate change. If the risks are not mitigated, they can decrease the quantity and quality of sugarcane production and disrupt the availability of raw materials for sugar factories.
Contract farming is the effort to reduce the sugarcane production risks. Contract farming provides facilities, including technical guidance, routine supervision from partners, access to financing, and provision of inputs and services. However, although partnerships have many benefits, not all sugarcane farmers participate. Some farmers choose to run their sugarcane farming businesses independently from the beginning to marketing. This study aimed to analyze the factors that influence farmers' decisions to participate in partnerships and to analyze the impact of contract farming on production risks.
The study was conducted on sugarcane farmers who partnered with the Semboro Sugar Factory in Jember Regency, including sugarcane farmers in Tanggul District and Semboro District. The study was conducted from October 2022 to May 2023. This study used primary data involving 112 sugarcane farmers, consisting of 53 partner farmers and 59 non-partner farmers. The analytical method used was logistic regression to analyze the factors influencing farmers' decisions to join partnerships and the propensity score matching method to analyze the impact of partnerships on production risks.
The results showed significant factors influencing farmers' decisions to join sugarcane farming partnerships in Jember Regency included access to high-quality seeds, inorganic fertilizers, and organic fertilizers. Access to credit, membership in cooperatives and effective extension also strengthened farmers' decisions to participate in partnerships. Sugarcane farming partnerships have been shown to have a positive impact by reducing the risk of sugarcane production and increasing sugarcane productivity, as partnerships provide better technical support and access to higher-quality inputs.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
