Pengaruh akses pembiayaan, literasi keuangan dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja UMK pangan di kota kendari
Abstract
Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, berkontribusi sebesar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Meskipun pertumbuhan UMK menunjukkan tren positif, berbagai tantangan seperti akses pembiayaan, literasi keuangan, dan kompetensi kewirausahaan masih perlu diatasi untuk mendorong kinerja UMK yang lebih baik. Akses terhadap pembiayaan sering kali menjadi kendala, di mana pelaku UMK kesulitan mendapatkan dana dari lembaga keuangan, disebabkan oleh prosedur yang rumit dan kurangnya pengetahuan tentang produk keuangan. Selain itu, rendahnya literasi keuangan di kalangan pelaku UMK mengakibatkan pengelolaan keuangan yang tidak optimal, yang berdampak langsung pada kinerja usaha. Kewirausahaan juga berperan penting, di mana kemampuan untuk menciptakan inovasi dan memanfaatkan peluang pasar sangat menentukan keberhasilan UMK. Data menunjukkan bahwa meskipun banyak pelaku UMK berusia produktif dan berpendidikan cukup baik, mereka masih menghadapi keterbatasan dalam kompetensi kewirausahaan, terutama dalam hal inovasi dan pengembangan produk. Kota Kendari mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, yang memberikan peluang usaha baru. Namun, tantangan seperti ketidakstabilan akses terhadap sumber pembiayaan dan rendahnya tingkat inovasi produk menjadi penghalang bagi pengembangan UMK. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh akses pembiayaan, literasi keuangan, dan kompetensi kewirausahaan meningkatkan kinerja UMK di Kota Kendari.
Penelitian dilakukan di kota Kendari, Provinsi Sulawesi tenggara. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive dengan pertimbangan melihat mayoritas penduduk di wilayah tersebut bekerja sebagai pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Beragamnya tingkat literasi keuangan UMK, rendahnya tingkat inovasi produk dan hanya mencapai 3% serta variasi dalam penggunaan sumber pembiayaan usaha. Pengambilan data dilakukan pada bulan November-Desember 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survey melalui wawancara secara langsung dibawah panduan kuisioner terstruktur. Populasi penelitian adalah pelaku UMK yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMK Kota Kendari sebanyak 197 usaha. Penentuan jumlah sampel mengacu pada Hair et al (2010)) yang merekomendasikan jumlah sampel minimal 5 kali dari jumlah indikator penelitian. Indikator pada penelitian sebanyak 33 indikator maka ditetapkan sampel sebanyak 165 responden
Hasil perhitungan Average Variance Extracted (AVE) menunjukkan bahwa variabel akses pembiayaan (0,930), kompetensi kewirausahaan (0,928), dan kinerja UMK (0,932) memiliki nilai AVE yang tinggi. Ini mengindikasikan bahwa indikator-indikator tersebut berkontribusi besar dalam menjelaskan variabel laten. Nilai AVE di atas 0,50 menandakan validitas konvergen yang baik, berarti sebagian besar varians berasal dari variabel tersebut. Variabel literasi keuangan tidak memiliki nilai AVE karena hanya memiliki satu indikator, yang tidak memenuhi syarat untuk pengukuran AVE.
Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan konsistensi tinggi pada ketiga variabel penelitian. Variabel akses pembiayaan memiliki Cronbach’s Alpha 0,930 dan Composite Reliability 0,931. Variabel kompetensi kewirausahaan mencapai Cronbach’s Alpha 0,940 dan Composite Reliability 0,938, sedangkan kinerja UMK memiliki Cronbach’s Alpha 0,932 dan Composite Reliability 0,933. Nilai di atas 0,70 dianggap baik, dan di atas 0,90 menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Ini mengindikasikan bahwa konstruk akses pembiayaan, kompetensi kewirausahaan, dan kinerja UMK memiliki reliabilitas sangat baik. Analisis jalur menggunakan bootstrapping menunjukkan semua hipotesis diterima, dengan kompetensi kewirausahaan (X3) memiliki pengaruh terkuat terhadap kinerja UMK (koefisien 0,609, p-value 0,000), diikuti akses pembiayaan (X1) (koefisien 0,323, p-value 0,005), dan literasi keuangan (X2) berpengaruh kecil (koefisien 0,063, p-value 0,049).
Kinerja UMK menunjukkan hubungan sangat kuat (R=0,983) dengan prediksi tinggi (96,7%), sementara 3,3% variasi dijelaskan oleh faktor luar model. Akses pembiayaan memiliki hubungan kuat (R=0,898) dengan literasi keuangan dan kompetensi kewirausahaan, menjelaskan 80% variasi. Nilai SRMR untuk Saturated Model adalah 0,047 dan Estimated Model 0,048. Nilai SRMR di bawah 0,08 menunjukkan kecocokan model yang baik, dan mendekati 0,05 menunjukkan kecocokan yang sangat baik. Ini menyimpulkan bahwa model sesuai dengan data dan memiliki kesalahan residual rendah.
Saran dan implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya para pelaku UMK di Kota Kendari perlu fokus pada tiga aspek kunci untuk meningkatkan kinerja: kompetensi kewirausahaan, akses pembiayaan, dan literasi keuangan. Kompetensi kewirausahaan penting untuk mengenali peluang dan berinovasi, sementara akses pembiayaan memerlukan dokumen yang terorganisir. Literasi keuangan, meskipun berpengaruh lebih kecil, tetap penting untuk pengelolaan keuangan yang baik. Pemerintah daerah diharapkan mengimplementasikan kebijakan mendukung UMK dengan program pelatihan, penyederhanaan prosedur kredit, dan pengembangan infrastruktur bisnis. Penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk jumlah sampel yang terbatas dan pengukuran kinerja yang subjektif, sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya memperluas populasi dan menggunakan metode yang lebih objektif.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
