Kajian Keragaman Karakteristik Pembungaan dan Pembuahan Beberapa Varietas Anggur (Vitis vinifera L.)
Date
2025Author
Dewi, Fatimah Kusuma
Susanto, Slamet
Hapsari, Dhika Prita
Metadata
Show full item recordAbstract
Anggur (Vitis vinifera L.) merupakan salah satu tanaman buah bernilai
ekonomi tinggi yang telah dibudidayakan secara luas di berbagai wilayah dan telah
berkembang menjadi buah yang banyak digemari oleh masyarakat. Namun
informasi berbagai varietas anggur introduksi ini masih sangat terbatas. Penelitian
ini bertujuan mengidentifikasi keragaman karakteristik 10 varietas anggur mulai
dari fase pembungaan hingga pembuahan di Kebun Sawarga Grape, Bogor.
Penelitian dilakukan dari September 2024 hingga Januari 2025 dengan pengamatan
morfologi bunga dan buah yang dilakukan di Laboratorium Mikroteknik dan
Laboratorium Pascapanen. Metode yang digunakan adalah purposive random
sampling, data disimpan di perangkat Microsoft Excel dan diolah dengan
menggunakan SAS Software. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi yang
nyata antar varietas pada karakter pembungaan dan pembuahan. Akademik
menghasilkan inflorescence terbanyak (20) dan Jupiter memiliki waktu fase
pembungaan tercepat. Panjang dan lebar bunga berbeda nyata, dengan Dixon dan
Jupiter tertinggi. Pada karakter pembuahan, Jupiter memiliki fruitset tertinggi
(50,54%), mengindikasikan efisiensi pembuahan baik. Usia panen bervariasi,
Jupiter tercepat (66-78 hari). Sanskerta unggul dalam bobot buah per tangkai
(285,10 g) dan total produksi (2,28 kg). Warna buah bervariasi dari merah keunguan
hingga hijau, dan bentuk buah bervariasi antar varietas. Jupiter memiliki PTT
tertinggi (18,66% Brix) dan rasio PTT/ATT tertinggi (93,30). Sanskerta memiliki
kandungan vitamin C tertinggi (40,58 mg/100g). Hasil ini mengindikasikan bahwa
faktor genetik dan lingkungan berperan penting dalam menentukan karakter
fisiologis dan morfologis masing-masing varietas. Grape (Vitis vinifera L.) is a high-economic-value fruit crop that has been
widely cultivated across various regions and has since developed into a fruit that is
widely favored by the public. However, information on various introduced grape
varieties is still very limited. This study aims to identify the diversity of
characteristics in 10 grape varieties, from the flowering phase to fruiting, at
Sawarga Grape Garden, Bogor, West Java. The research was conducted from
September 2024 to January 2025, with observations of flower and fruit morphology
carried out at the Microtechnique Laboratory and the Postharvest Laboratory. The
method used was purposive random sampling, and the data were stored in Microsoft
Excel and processed using SAS Software. The results showed significant variation
among varieties in flowering and fruiting characteristics. Akademik produced the
most inflorescences (20), and Jupiter had the fastest flowering phase duration.
Flower length and width differed significantly, with Dixon and Jupiter having the
highest values. In terms of fruiting characteristics, Jupiter had the highest fruitset
(50.54%), indicating good fruiting efficiency. Harvest age varied, with Jupiter
being the fastest (66-78 days). Sanskerta excelled in fruit weight per cluster (285.10
g) and total production (2.28 kg). Fruit color varied from reddish-purple to green,
and fruit shape also varied among varieties. Jupiter had the highest Total Soluble
Solids (TSS) (18.66% Brix) and the highest TSS/Total Titratable Acidity (TTA)
ratio (93.30). Sanskerta had the highest vitamin C content (40.58 mg/100g). These
results indicate that genetic and environmental factors play an important role in
determining the physiological and morphological characteristics of each variety.
