Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Penjualan di PERUMNAS Samesta East Point
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya angka penjualan pada proyek hunian Samesta East Point milik Perum Perumnas, meskipun berbagai strategi promosi telah dijalankan, termasuk partisipasi dalam ajang besar seperti Pekan Raya Jakarta. Fenomena ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan dengan kebutuhan dan perilaku pasar. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh tim baru pasca-pergantian struktur pemasaran, mengevaluasi dampaknya terhadap keputusan pembelian konsumen, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan strategi tersebut.
Kajian teori dalam penelitian ini mencakup berbagai konsep penting seperti strategi, komunikasi pemasaran, bauran promosi, pemasaran properti, serta analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan tersebut, dengan menyoroti bagaimana restrukturisasi tim dapat memengaruhi arah dan efektivitas strategi komunikasi pemasaran di sektor properti, khususnya pada perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Validasi dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber dan teori untuk memastikan keakuratan data. Responden yang terlibat meliputi manajemen pemasaran, staf lapangan, serta konsumen yang pernah berinteraksi langsung dengan strategi pemasaran proyek tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh tim pemasaran baru mampu memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan dan kepercayaan konsumen. Pendekatan yang digunakan memadukan pemanfaatan media sosial, komunikasi personal yang lebih interaktif, serta segmentasi pasar yang lebih terarah. Selain itu, keberhasilan strategi ini turut dipengaruhi oleh kemampuan tim dalam membaca tren pasar, seperti momentum pemulihan sektor properti pada tahun 2024, serta kekuatan internal seperti koordinasi tim dan kepemimpinan yang adaptif.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pergantian tim pemasaran yang disertai penyesuaian strategi komunikasi menjadi salah satu faktor kunci dalam peningkatan penjualan Samesta East Point. Strategi yang lebih relevan dan adaptif terbukti mampu membangun kembali kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing di pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perusahaan dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran yang lebih kontekstual, serta memperkaya literatur akademik mengenai peran dinamika internal organisasi dalam membentuk efektivitas komunikasi pemasaran, khususnya dalam industri properti yang dikelola oleh BUMN. This research was motivated by the low sales performance of the Samesta
East Point residential project owned by Perum Perumnas, despite various
promotional strategies having been implemented, including participation in major
events such as the Jakarta Fair. This phenomenon indicates a possible mismatch
between the marketing communication strategies employed and the actual needs
and behaviors of the market. Based on this condition, the study aims to examine in
depth the marketing communication strategies implemented by the new team
following the restructuring of the marketing division, to evaluate their impact on
consumer purchasing decisions, and to identify the factors contributing to the
success of these strategies.
The theoretical framework of this research includes essential concepts
such as strategy, marketing communication, promotional mix, property marketing,
and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). This
research fills a gap by highlighting how team restructuring can influence the
direction and effectiveness of marketing communication strategies in the property
sector, particularly within state-owned enterprises (SOEs).
This study employs a qualitative method with a descriptive approach. Data
collection techniques include in-depth interviews, field observations, and
document studies. Validation was carried out using source and theoretical
triangulation techniques to ensure the accuracy of the data. Respondents included
marketing management, field staff, and consumers who had directly interacted
with the marketing strategies of the project.
The findings reveal that the communication strategy implemented by the
new marketing team had a positive impact on the company’s image and consumer
trust. The approach combined the use of social media, more interactive personal
communication, and more targeted market segmentation. Furthermore, the
success of this strategy was also influenced by the team’s ability to.
