Strategi Komunikasi Digital Mochi Lampion Dalam Membangun Identitas Ikonik Oleh-Oleh Sukabumi
Abstract
RENDI ARFIANSYAH. Strategi Komunikasi Digital Mochi Lampion Dalam Membangun Identitas Ikonik Oleh-Oleh Sukabumi. Dibimbing oleh SUPARMAN dan MULYONO.
Pertumbuhan bisnis di Indonesia, khususnya sektor kuliner, semakin pesat dan kompetitif. UMKM kuliner seperti Mochi Lampion di Sukabumi menghadapi tantangan persaingan yang ketat, baik dari dalam maupun luar negeri. Digitalisasi menjadi kunci penting dalam membangun dan mempertahankan identitas merek. Media sosial dan platform digital kini menjadi sarana utama untuk promosi, membangun kedekatan dengan konsumen, serta memperluas pasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam strategi komunikasi digital Mochi Lampion. Fokus utamanya adalah bagaimana strategi komunikasi digital dapat memperkuat identitas merek lokal, meningkatkan daya saing, dan menjaga keberlanjutan bisnis di era digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mochi Lampion memiliki kekuatan pada brand yang sudah dikenal luas, sejarah panjang sebagai pelopor mochi di Sukabumi, serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk. Strategi komunikasi digital melalui Instagram telah membantu membangun interaksi dengan konsumen. Namun, terdapat kelemahan seperti kurangnya penyebaran informasi penjualan di platform lain, aktivitas media sosial yang belum terjadwal dengan baik, dan keterbatasan masa simpan produk. Peluang besar terbuka dengan pemanfaatan platform seperti TikTok, YouTube, kolaborasi dengan influencer, dan pengembangan produk. Ancaman utama berasal dari persaingan harga di platform digital, perubahan selera pasar, dan ketergantungan pada satu platform digital.
Strategi komunikasi digital Mochi Lampion telah membantu memperkuat citra merek sebagai oleh-oleh khas Sukabumi. Penggunaan media sosial tidak hanya untuk promosi, tetapi juga untuk membangun cerita dan pengalaman yang dekat dengan konsumen. Namun, masih diperlukan pengembangan strategi agar lebih terjadwal, memperluas kanal penjualan, serta inovasi produk agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Kolaborasi dengan influencer dan pembuatan konten edukatif dapat meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen. Penyesuaian dengan tren digital dan perilaku konsumen muda juga penting untuk menjaga relevansi merek.
Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan membahas secara spesifik transformasi strategi komunikasi digital pada merek lokal yang telah bertahan lebih dari empat dekade. Fokus pada bagaimana identitas produk lokal dipertahankan dan diperkuat melalui media digital menjadi nilai tambah yang belum banyak diulas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi UMKM lain dalam mengembangkan strategi komunikasi digital yang efektif, relevan, dan mampu menjaga nilai-nilai lokal. Selain itu, penelitian ini juga menjadi referensi akademik tentang pentingnya integrasi antara tradisi dan inovasi digital dalam membangun merek lokal yang berdaya saing di era globalisasi. RENDI ARFIANSYAH. Digital Communication Strategy of Mochi Lampion in Building the Iconic Identity of Sukabumi Souvenirs. Supervised by SUPARMAN and MULYONO.
Business growth in Indonesia, particularly in the culinary sector, is increasingly rapid and competitive. Culinary MSMEs like Mochi Lampion in Sukabumi face stiff competition, both domestically and internationally. Digitalization is key to building and maintaining brand identity. Social media and digital platforms are now the primary means of promotion, building rapport with consumers, and expanding the market..
This study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) of Mochi Lampion digital communication strategy. The primary focus is how digital communication strategies can strengthen local brand identity, increase competitiveness, and maintain business sustainability in the digital era.
The research results show that Mochi Lampion's strength lies in its well-known brand, its long history as a mochi pioneer in Sukabumi, and its consistent commitment to maintaining product quality. Its digital communication strategy through Instagram has helped build engagement with consumers. However, weaknesses include a lack of sales information dissemination on other platforms, poorly scheduled social media activities, and limited product shelf life. Significant opportunities exist through leveraging platforms like TikTok and YouTube, collaborating with influencers, and developing new products. The main threats come from price competition on digital platforms, changing market preferences, and dependence on a single digital platform.
Mochi Lampion digital communication strategy has helped strengthen the brand image as a Sukabumi specialty. Social media is used not only for promotion but also to build stories and experiences that resonate with consumers. However, strategic development is still needed to improve scheduling, expand sales channels, and innovate products to reach a wider market. Collaborating with influencers and creating educational content can increase consumer appeal and trust. Adapting to digital trends and young consumer behavior is also crucial to maintaining brand relevance.
This research offers novelty by specifically discussing the transformation of digital communication strategies in local brands that have survived for more than four decades. Focusing on how local product identities are maintained and strengthened through digital media provides an added value that has not been widely discussed in previous research. This research provides a practical contribution for other MSMEs in developing effective, relevant digital communication strategies that maintain local values. Furthermore, this research also serves as an academic reference on the importance of integrating tradition and digital innovation in building competitive local brands in the era of globalization.
