Strategi Branding Image Yayasan Puteri Indonesia sebagai Representasi Budaya melalui Konten Instagram
Abstract
Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar dalam cara organisasi menyampaikan pesan, termasuk dalam upaya pelestarian budaya. Yayasan Puteri Indonesia (YPI) memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai platform untuk membangun citra lembaga yang tidak hanya mengedepankan kecantikan perempuan Indonesia, tetapi juga berperan aktif dalam merepresentasikan kekayaan budaya bangsa. Derasnya arus globalisasi dan konten budaya barat yang mengisi ruang digital, YPI hadir membawa angin segar dengan memperkenalkan budaya Indonesia melalui kostum tradisional, tarian daerah, hingga destinasi wisata yang ditampilkan dalam bentuk visual yang menarik. Pemanfaatan konten digital ini menjadi strategi branding yang menjawab kebutuhan generasi muda akan informasi budaya yang dikemas secara kreatif dan relevan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengandalkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi pustaka. Informan terdiri dari manajemen YPI, perwakilan Puteri Indonesia, serta pageant enthusiast yang merupakan followers aktif akun Instagram @officialputeriindonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding yang dilakukan oleh YPI menekankan pada konsistensi pesan budaya, kualitas visual konten dan keterlibatan aktif dari audiens. Instagram digunakan tidak hanya sebagai sarana promosi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang edukatif dan apresiatif terhadap nilai-nilai budaya lokal. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan YPI dalam membangun brand image terletak pada reputasi lembaga, keunikan konten, dan loyalitas audiens digital. Terdapat adanya tantangan yang muncul dari dinamika algoritma media sosial dan persebaran isu global yang menuntut adaptasi strategi secara berkelanjutan.
Strategi yang diterapkan YPI memperlihatkan bahwa media sosial memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi publik terhadap identitas budaya. Ketika estetika, nilai, dan narasi dirangkai dengan cermat, konten digital bisa menjadi jembatan yang kuat antara masa lalu dan masa kini. Branding image berbasis budaya yang ditampilkan YPI berhasil menyampaikan pesan bahwa pelestarian budaya melalui media digital bukan hanya tugas negara, tetapi juga bisa digerakkan melalui kolaborasi kreatif antara lembaga, media, dan masyarakat. The advancement of digital technology has significantly transformed how organizations communicate, particularly in the context of cultural preservation. Puteri Indonesia Foundation (Yayasan Puteri Indonesia) leverages social media, especially Instagram, as a platform to construct its institutional image not merely as an advocate of Indonesian beauty ideals, but also as an active agent in promoting the nation's cultural richness. Amidst the pervasive influence of globalization and the dominance of Western cultural content in the digital sphere, YPI offers a refreshing counter-narrative by showcasing Indonesian traditions through traditional costumes, regional dances, and cultural tourism, all presented in visually compelling formats. This digital content strategy serves as a branding effort that aligns with younger generations' demand for culturally relevant and creatively packaged information.
This research adopts a qualitative descriptive approach, employing in depth interviews, direct observation, and literature review. Informants include YPI management, representatives of Puteri Indonesia, and pageant enthusiasts who are active followers of the Instagram account @officialputeriindonesia. The findings reveal that YPI's branding strategy emphasizes cultural messaging consistency, high-quality visual content, and active audience engagement. Instagram functions not only as a promotional tool but also as an educational and appreciative space for local cultural values. A SWOT analysis highlights YPI’s strengths in brand image building, rooted in its institutional reputation, unique content, and digital audience loyalty. Nonetheless, challenges persist in the form of evolving social media algorithms and the widespread circulation of global issues, which necessitate continuous adaptation in strategy.
YPI’s approach demonstrates the substantial potential of social media in shaping public perception of cultural identity. When aesthetics, values, and narratives are thoughtfully curated, digital content becomes a powerful bridge connecting the past and present. YPI’s culturally driven branding image successfully conveys the message that cultural preservation through digital media is not solely a governmental responsibility, but can be effectively mobilized through creative collaboration among institutions, media, and the public.
