Faktor Karakteristik Perusahaan, Pasar Keuangan, dan Makroekonomi yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan di BEI.
Date
2016Author
Welkom, Syahfitri Suryaningsi
Achsani, Noer Azam
Anggraeni, Lukytawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Struktur modal adalah kombinasi antara utang dan ekuitas yang digunakan
perusahaan sebagai sumber pembiayaan seluruh kegiatan bisnisnya. Tujuan dari
mengelola struktur modal adalah untuk mengkombinasikan sumber daya
keuangan yang digunakan oleh perusahaan dalam suatu cara yang akan
memaksimalkan kesejahteraan shareholders dan meminimalkan biaya modal
perusahaan (Tong 1999). Penentuan struktur modal sangat penting untuk
kesehatan keuangan perusahaan karena penentuan struktur modal yang tidak tepat
dapat menyebabkan financial distress (kesulitan keuangan) dan akhirnya
kebangkrutan (Baser et al. 2012). Struktur modal perusahaan juga secara
signifikan bisa mempengaruhi nilai perusahaan dengan mempengaruhi
keuntungan dan risiko perusahaan (Gitman 2009). Teori-teori struktur modal terus
berkembang dengan berbagai pandangannya yang saling bertolak belakang,
namun hingga saat ini belum ada yang mampu menjelaskan secara tepat
bagaimana struktur modal yang optimal diterapkan (Gaud et al. 2004, Graham
dan Harvey 2001). Penelitian-penelitian terkait faktor determinan struktur modal
juga terus dikembangkan dan temuan terkini pun menunjukan bahwa struktur
modal tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi internal perusahaan saja, namun juga
sangat dipengaruhi oleh kondisi suatu negara dimana perusahaan itu berada,
seperti kondisi perkembangan pasar keuangan dan makroekonominya, sehingga
meskipun perusahaan ataupun jenis industri yang sama, namun bila berada pada
kondisi negara yang berbeda maka struktur modalnya pun akan berbeda-beda.
Penelitian di Indonesia juga telah banyak dilakukan terkait faktor-faktor yang
mempengaruhi (faktor determinan) struktur modal, namun pada umunya faktor
yang diteliti adalah dari sisi internal perusahaan saja. Penelitian yang meneliti dari
sisi eksternal perusahaan masih relatif terbatas. Studi yang menganalisis faktor
perkembangan pasar keuangan terhadap struktur modal belum ada di Indonesia.
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh faktor
karakteristik perusahaan, kondisi pasar keuangan, dan kondisi makroekonomi
terhadap struktur modal perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan
yang diteliti berjumlah 158 perusahaan, yang merupakan perusahaan
nonkeuangan yang berasal dari delapan sektor industri, yaitu sektor industri
pertanian, industri pertambangan, industri dasar dan bahan kimia, aneka industri,
industri barang konsumsi, industri properti, real estate, dan konstruksi bangunan,
industri transportasi, infrastruktur, dan utilitas, serta industri perdagangan, jasa,
dan investasi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan
keuangan perusahaan yang tercatat di BEI, data pasar keuangan, dan data
makroekonomi Indonesia tahun 2005-2014 yang diperoleh dari Indonesia Data
Exchange (IDX) dan World Bank Indicator. Variabel terikat yang digunakan
adalah debt to equity ratio (DER) yang mewakili struktur modal perusahaan.
6
Variabel bebas yang digunakan adalah firm size (SIZE), tangibilitas (TANG), dan
kesempatan bertumbuh perusahaan (MBR) yang merupakan faktor karakteristik
perusahaan, variabel ukuran sektor perbankan (M2), aktivitas penyaluran kredit
dari sektor perbankan pada sektor swasta (DCP), ukuran pasar obligasi
perusahaan (BOND), aktivitas perdagangan obligasi perusahaan (VBT), ukuran
pasar saham (MC), dan aktivitas perdagangan saham (VST) yang merupakan
faktor kondisi pasar keuangan, serta variabel GDP growth (GDPgrw) dan tingkat
inflasi (INF) yang merupakan faktor kondisi makroekonomi. Metode analisis yang
digunakan adalah regresi data panel dinamis (model System-GMM/generalized
method of moments).
Hasil analisis regresi menunjukan bahwa struktur modal perusahaan
dipengaruhi oleh faktor karakteristik perusahaan, kondisi pasar keuangan, dan
kondisi makroekonomi. Hal ini membuktikan bahwa struktur modal perusahaan
tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan (karakteristik
perusahaan), namun juga dipengaruhi oleh faktor eksternal perusahaan seperti
kondisi pasar keuangan dan makroekonomi negara. Variabel-variabel karakteristik
perusahaan yang berpengaruh signifikan positif terhadap struktur modal adalah
firm size dan market to book ratio. Variabel-variabel pasar keuangan yang
memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap struktur modal adalah
domestic credit to private sector, ukuran pasar obligasi, dan total value of shares
traded, sedangkan yang memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur
modal adalah ukuran sektor perbankan, total value of bond traded, dan ukuran
pasar saham. Variabel-variabel makroekonomi, yaitu GDP growth dan tingkat
inflasi memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap struktur modal.
Perubahan yang dinamis yang terjadi dalam internal perusahaan maupun
eksternal perusahaan menuntut perubahan struktur modal yang dinamis juga,
sehingga para manajer harus selalu waspada dalam menentukan struktur modal
yang aman bagi perusahaan untuk menjamin keberlangsungan dan pengembangan
usahanya. Investor juga harus jeli dalam memperhatikan kondisi perusahaan untuk
berinvestasi, khususnya memperhatikan pola struktur modal perusahaan yang
dikaitkan dengan berbagai faktor, baik faktor internal (karakteristik perusahaan)
maupun faktor eksternal perusahaan seperti kondisi pasar keuangan dan
makroekonomi negara. Pemerintah dan para regulator perlu memperhatikan
kebijakan-kebijakannya, baik kebijakan fiskal maupun moneter yang bisa
mempengaruhi kegiatan bisnis perusahaan, khususnya mempengaruhi penentuan
struktur modal perusahaan.
Collections
- MT - Business [4062]
