Hubungan Majalah Terhadap Perilaku Remaja (Kasus: Siswa-Siswi Sltpn 1 Darmaga. Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Abstract
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi maka kehadiran media massa semakin beragam. Perkembangan media ini menjadi semakin pesat, baik media cetak maupun elektronik. Media massa hadir untuk menyajikan beragam peristiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi. Peranan media massa bagi masyarakat yaitu sebagai penyebar informasi dan peristiwa yang terjadi, sebagai media hiburan, pendidikan, sosialisasi dan propaganda.
Majalah merupakan salahsatu media cetak yang mempunyai berbagai informasi. Definisi majalah yaitu terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tertentu, topik aktual yang perlu diketahui konsumen pembaca. Menurut kala penerbitannya dibedakan menjadi majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan dan sebagainya serta menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja, olah raga, sastra, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Keberadaan majalah remaja yaitu menciptakan citra diri sebagai bagian dari kehidupan remaja kelas atas, dipenuhi oleh informasi berbagai tata cara bergaul maupun perlengkapan hobi yang relevan bagi kelas tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh majalah terhadap perilaku remaja. Adapun variabel yang diteliti adalah hubungan antara karakteristik ekstra dan intra individu, motif kognitif dan motif afekti,f dan perilaku individu responden ketika mereka membaca majalah remaja dalam kehidupannya.
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri (SLTPN) 1 Darmaga, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa lokasi tersebut terletak disekitar kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) yang umumnya arus informasi terjadi secara cepat dan sarana prasarana informasi mudah didapat, sehingga responden dengan mudah mendapatkan majalah remaja yang diinginkan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2005 sampai Januari 2006
Responden dalam penelitian ini adalah remaja putra dan putri yang termasuk ke dalam kategori pertama serta mempunyai usia antara 12-15 tahun, sedang menjalani pendidikan formalnya di SLTPN 1 Darmaga dan duduk di kelas I, II, dan III. Pengambilan sampel ditentukan secara acak (random), dengan menggunakan metode sampel "Sratified Sampling". Responden yang dipilih adalah sebanyak 112 orang dari 1,100 total jumlah siswa. Mereka terdiri dari 54 orang laki-laki dan 58 orang perempuan.
Data yang diambil dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pengisian kuisioner oleh responden sedangkan data sekunder diperoleh dari wawancara dan dokumentasi perkembangan siswa-siswi SLTPN 1 Darmaga. Data-data yang dikumpulkan diolah secara kuantitatif. Data kuantitatif yang diperoleh dari pengisian kuisioner kemudian digambarkan dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang serta dianalisis dengan uji spearman menggunakan SPSS versi 11.5 Tabel frekuensi digunakan untuk mendapatkan diskripsi tentang karakteristik intra maupun ekstra individu, kebutuhan primer responden menggunakan majalah remaja, motif kognitif dan afektif menggunakan majalah remaja serta perilaku individu responden. Tabulasi silang digunakan untuk menganalisis hubungan antara kebutuhan dasar menggunakan majalah remaja dan karakteristik individu dengan motif menggunakan majalah remaja, kebutuhan primer responden menggunakan majalah remaja dengan perilaku individu responden, serta motif kognitif dan afektif menggunakan majalah remaja dengan perilaku individu responden
Hasil pengolahan data kuantitatif menunjukkan bahwa:
1. Uji korelasi spearman antara variabel kebutuhan primer responden menggunakan majalah remaja dengan motif kognitif, motif afektif dan perilaku individu dalam menggunakan majalah remaja menghasilkan P-Value sebesar 0,005, 0,007, 0,001, dimana semuanya lebih kecil dari 0.01 (alfa:10%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebutuhan primer responden menggunakan majalah remaja dengan motif kognitif, motif afektif dan perilaku individu bermedia.
2. Uji korelasi spearman antara variabel karakteristik intra individu responden yang meliputi umur, jenis kelamin, rata-rata nilai rapor dan waktu luang dengan motif kognitif dan motif afektif menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,659, 0,449, 0,130, 0,329, 0,697, 0,435, 0,145, 0.385, dimana semua nilai tersebut lebih besar dari 0.01 (Alpha:10%). Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik intra individu dengan motif kognitif dan motif afektif responden dalam menggunakan majalah remaja
3. Uji korelasi spearman antara variabel karakteristik ekstra individu yang meliputi penghasilan (gaji) orang tua dan teman dekat dengan motif kognitif dan motif afektif responden dalam menggunakan majalah remaja menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,585, 0,192, 0,552, 0,219, Dimana semua nilai tesebut lebih besar dari 0.01 (Alpha: 10%). Hal ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik ekstra individu dengan motif kognitif dan motif afektif responden dalam menggunakan majalah remaja
4. Uji korelasi spearman antara variabel motif kognitif dan motif afektif responden dalam menggunakan majalah remaja dengan perilaku individu dalam menggunakan majalah remaja menghasilkan nilai P-Value sebesar 0,000, 0,000. Dimana semua nilai tersebut lebih kecil dari 0.01 (Alpha: 10%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motif kognitif dan motif afektif responden dalam menggunakan majalah remaja dengan perilaku individu dalam menggunakan majalah remaja.
