Penerapan Teknik Pengambilan Gambar dalam Proses Produksi Video Feature Wayang Sukuraga
Abstract
Video feature merupakan strategi komunikasi visual yang efektif untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian ini mengangkat Wayang Sukuraga, sebuah seni pertunjukan khas Sukabumi yang merepresentasikan anggota tubuh manusia sebagai tokoh wayang yang sarat nilai moral dan filosofi kehidupan. Tujuan proyek akhir ini adalah menganalisis tahapan produksi video feature Wayang Sukuraga serta penerapan teknik pengambilan gambar oleh videografer. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan 4D yaitu define, design, develop, disseminate. Proses produksi meliputi perencanaan konsep, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga publikasi digital. Video feature berjudul “Sukuraga: Suara Tubuh dari Kota Sukabumi” diproduksi dengan mengintegrasikan berbagai teknik sinematografi, seperti framing, angle, shot size, dan camera movement. Videografer berperan sebagai komunikator visual yang menerjemahkan nilai-nilai budaya ke dalam bentuk gambar bergerak yang komunikatif dan menarik. Melalui publikasi digital, video ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, apresiasi, dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian kesenian Wayang Sukuraga. The integration of video features constitutes a highly effective visual communication strategy for introducing traditional arts to the public, particularly among younger demographics. This research focuses on Wayang Sukuraga, a performance art from Sukabumi that represents human limbs as puppet characters with moral values and philosophy of life. The objective of this final project is to analyze the stages of video feature production of Wayang Sukuraga and the application of shooting techniques by videographers. The methodology employed is Research and Development (RnD), utilizing a 4D approach that encompasses the following phases: define, design, develop, and disseminate. The production process includes concept planning, filming, editing, and digital publication. The video feature, entitled "Sukuraga: The Voice of the Body from Sukabumi City," was produced through the integration of various cinematography techniques, including framing, angle, shot size, and camera movement. The videographer functions as a visual communicator, interpreting cultural values and transforming them into compelling moving images. The dissemination of this video via digital channels is anticipated to enhance public awareness, foster appreciation, and stimulate engagement in the conservation of Wayang Sukuraga art.
