Aplikasi Simplisia Bawang Hutan Eleutherine bulbosa melalui Pakan Benih Ikan Lele Clarias sp. dengan Frekuensi Berbeda.
Date
2025Author
ROSSALINA, PUTRI MARCELLA
Indriastuti, Cecilia Eny
Widanarni
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan lele merupakan komoditas unggulan dalam budidaya perikanan di
Indonesia seiring dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Salah satu
permasalahan dalam tahap pendederan adalah serangan penyakit yang dapat
menurunkan kesehatan dan produktivitas ikan. Upaya pencegahan dapat dilakukan
dengan memanfaatkan bahan alami fitofarmaka, seperti simplisia bawang hutan,
yang berpotensi meningkatkan imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui frekuensi pemberian bawang hutan yang efektif melalui pakan terhadap
peningkatan imunostimulan dan survival rate benih ikan lele. Penelitian ini terdiri
dari tiga perlakuan, yaitu pemberian setiap hari (P1), dua hari seminggu (P2), dan
sehari seminggu (P3). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata
terhadap sintasan, bobot mutlak, LPBS, dan konversi pakan (p>0,05), namun
terdapat pengaruh nyata terhadap panjang mutlak, LPPS (p<0,05). Semua ikan
menunjukkan kondisi klinis yang sehat dan aktif. Kualitas air selama penelitian
berada dalam kisaran standar. Perlakuan P2 direkomendasikan karena mendukung
pertumbuhan optimal dengan efisiensi penggunaan bahan tanpa mengganggu
kesehatan ikan. Catfish is a leading aquaculture commodity in Indonesia, driven by steadily
increasing market demand. One of the main challenges during the nursery phase is
disease outbreaks, which can adversely affect fish health and productivity.
Preventive measures can be taken using natural phytopharmaceuticals, such as
forest onion simplicia, which have potential immunostimulant properties. This
study aimed to determine the effective feeding frequency of forest onion simplicia
through feed to enhance the immunostimulant response and survival rate of catfish
fingerlings. The experiment consisted of three treatment groups: daily feeding (P1),
twice a week (P2), and once a week (P3). The results showed no significant
differences in survival rate, absolute weight, SGRW, and FCR (p>0,05), but there
were significant effects on SGRL (p<0,05). All fish exhibited healthy and active
clinical conditions, and water quality parameters remained within optimal ranges
throughout the study. The P2 treatment is recommended as it supports optimal
growth with efficient use of materials without compromising fish health.
