Pengaruh Konten Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Berkunjung Konsumen ke Kopi Tuku
Abstract
Perkembangan teknologi dan media sosial membawa pengaruh besar terhadap cara konsumen memperoleh informasi dan membuat keputusan, termasuk dalam menentukan tempat yang akan dikunjungi. Instagram sebagai salah satu media sosial berbasis visual kini telah menjadi alat komunikasi pemasaran yang sangat efektif, karena mampu menyampaikan pesan melalui gambar, video, dan narasi yang menarik. Dalam konteks industri makanan dan minuman, khususnya kedai kopi, media sosial digunakan untuk membangun citra merek, meningkatkan keterlibatan pelanggan, serta mendorong keputusan konsumen untuk berkunjung.
Kopi Tuku merupakan salah satu merek kopi lokal yang aktif memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi dan promosi. Melalui akun @tokokopituku, berbagai jenis konten ditampilkan, seperti foto produk, suasana kedai, kolaborasi dengan mitra, hingga interaksi dengan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konten media sosial Instagram terhadap keputusan berkunjung konsumen ke Kopi Tuku, serta dimensi konten mana yang paling dominan mempengaruhi keputusan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner daring kepada 100 responden yang merupakan pengguna aktif Instagram, pernah melihat konten dari akun @tokokopituku, dan pernah berkunjung ke Kopi Tuku. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konten Instagram yang dibagi menjadi empat dimensi berdasarkan teori 4C dari Chris Heuer, yaitu context, communication, collaboration, dan connection. Sedangkan variabel dependen adalah keputusan berkunjung yang mengacu pada konsep keputusan pembelian dari Kotler & Keller.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis konten Instagram yang paling banyak diminati oleh responden adalah konten feeds dan instastory. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, ditemukan bahwa secara parsial variabel context dan collaboration berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Sementara itu, variabel communication dan connection tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan pesan yang relevan dan kolaborasi kreatif dengan pihak eksternal lebih efektif dalam mendorong keputusan konsumen untuk berkunjung. Selain itu, hasil uji asumsi klasik juga menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan tidak mengalami masalah normalitas, multikolinearitas, maupun heteroskedastisitas, sehingga model dinilai layak untuk digunakan. The rapid development of technology and social media has significantly shaped how consumers access information and make decisions, including where to visit. Instagram, as a visually driven social media platform, has become a powerful marketing communication tool by delivering messages through engaging images, videos, and narratives. In the food and beverage industry particularly coffee shops social media is widely used to build brand image, enhance customer engagement, and influence consumers’ decisions to visit.
Kopi Tuku, a prominent local coffee brand, actively leverages Instagram as a medium for communication and promotion. Through its account @tokokopituku, it showcases various types of content, including product photos, café ambiance, collaborations with partners, and customer interactions. This study aims to examine the extent to which Instagram content influences consumers’ visiting decisions to Kopi Tuku and to identify which content dimensions exert the most significant impact.
This quantitative research employed a survey method, distributing online questionnaires to 100 respondents who are active Instagram users, have engaged with content from @tokokopituku, and have visited Kopi Tuku. The independent variable, Instagram content, was categorized into four dimensions based on Chris Heuer’s 4C framework: context, communication, collaboration, and connection. The dependent variable, visiting decision, was measured using the purchase decision concept proposed by Kotler & Keller.
The findings reveal that feed posts and Instagram Stories are the most preferred content types among respondents. Multiple linear regression analysis showed that the context and collaboration variables have a significant partial influence on visiting decisions, while communication and connection do not. This suggests that delivering relevant messages and engaging in creative collaborations with external parties are more effective strategies for driving consumer visits. Furthermore, classical assumption tests confirmed that the regression model met normality, multicollinearity, and heteroscedasticity requirements, indicating its suitability for this study.
