Pengaruh Penerapan Governance, Risk And Compliance (GRC) Terhadap Integritas di Sektor Publik di Indonesia
Date
2025Author
Asshanti, Fathia Fauziah
Priyarsono, Dominicus Savio
Sari, Linda Karlina
Metadata
Show full item recordAbstract
Penurunan indeks integritas nasional Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan memburuknya kondisi pemberantasan korupsi, khususnya di organisasi sektor publik. Fenomena ini menjadi ancaman yang serius karena hal ini menunjukkan telah terjadinya degradasi integritas yang berkontribusi terhadap maraknya praktik-praktik korupsi saat ini. Tingginya tingkat korupsi di sektor publik, yang tercermin dari meningkatnya jumlah kasus korupsi, serta skor indeks integritas nasional yang masih rentan, mengindikasikan belum optimalnya penerapan sistem saat ini dalam memperkuat integritas institusional secara menyeluruh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh organisasi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menerapkan Governance, Risk and Compliance (GRC). GRC merupakan implementasi lintas fungsional yang telah terbukti mampu meningkatkan nilai dan kinerja organisasi, sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan korupsi secara terintegrasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat penerapan GRC yang telah dilakukan oleh organisasi sektor publik di Indonesia serta menganalisis pengaruh penerapannya terhadap integritas. Dari hasil analisis, selanjutnya dapat dirumuskan rekomendasi strategi yang tepat untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan integritas di sektor publik di Indonesia. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variabel tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta integritas. Penelitian dilakukan pada seluruh organisasi sektor publik di Indonesia yang mencakup Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2023. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian literatur, analisis deskriptif, analisis korelasi Pearson, analisis regresi data panel, serta penelaahan mendalam terhadap hasil analisis melalui diskusi dan kajian dokumentasi dalam rangka menyusun strategi peningkatan integritas yang efektif sebagai upaya pencegahan korupsi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tata kelola, secara umum, memiliki hubungan terhadap integritas di seluruh organisasi sektor publik, dengan tingkat keeratan cukup kuat. Adapun pada pemerintah daerah, tata kelola dan kepatuhan memiliki hubungan terhadap integritas, dengan tingkat keeratan cukup kuat. Secara simultan, semua variabel (tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan) memiliki pengaruh terhadap integritas. Temuan yang cukup beragam tersebut menunjukkan gambaran spesifik mengenai kondisi penerapan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing instansi di berbagai wilayah di Indonesia.
Dari hasil analisis tersebut, rekomendasi strategi peningkatan integritas disusun dengan fokus utama yaitu pada peningkatan penerapan tata kelola dan kepatuhan serta implementasi GRC yang terintegrasi. Perumusan rekomendasi strategi didasarkan pada komponen penilaian tata kelola dan kepatuhan yang telah dilaksanakan oleh instansi yang berwenang serta pedoman implementasi GRC yang telah diakui baik secara nasional maupun internasional. Rekomendasi disusun secara umum yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan oleh institusi terkait dalam merumuskan strategi yang lebih spesifik, sesuai dengan kebutuhan dan
sumber daya yang tersedia di masing-masing instansi. Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan organisasi sektor publik di Indonesia dapat meningkatkan penerapan tata kelola dan kepatuhan secara efektif serta mengimplementasikan GRC terintegrasi secara optimal dan menyeluruh, yang akan berdampak pada peningkatan integritas di dalam organisasi. The decline in Indonesia’s national integrity index in recent years indicates a deterioration in the country’s anti–corruption efforts, particularly in public sector organizations. This phenomenon poses a serious threat, as it reflects a degradation of integrity that contributes to the rise of corrupt practices today. The high level of corruption in the public sector, as evidenced by the increasing number of corruption cases and the continued vulnerability of the national integrity index, suggests that the current systems have not been optimally implemented to comprehensively strengthen institutional integrity. One potential initiative that can be applied by organizations to address this issue is the implementation of Governance, Risk and Compliance (GRC). GRC is a cross-functional framework that has been proven as an effective tool for enhancing organizational value and performance, while also supporting integrated efforts in the prevention and mitigation of corruption.
This research aims to identify the level of GRC implementation within public sector organizations in Indonesia and to analyze its impact on integrity. Based on the analysis results, strategic recommendations will be formulated to enhance integrity within Indonesian public sector organizations. The variables examined in this research include governance, risk management, compliance and integrity. This research covers all public sector organizations in Indonesia, including Ministries, Agencies and Local Governments, from 2022 to 2023. The method employed in this research includes literature review, descriptive analysis, Pearson correlation analysis, panel data regression analysis and an in-depth review of the findings through discussion and document analysis to formulate effective strategies for enhancing integrity as a preventive measure against corruption.
The results of this research indicate that the implementation of governance in general, has a relationship with integrity across public sector organizations, with a relatively strong level of correlation. In the context of local governments, both governance and compliance show a relationship with integrity, with a relatively strong level of correlation. Simultaneously, all variables (governance, risk management and compliance) have an influence on integrity. These diverse findings provide a specific overview of the implementation conditions observed across various institutions in different regions of Indonesia.
Based on this analysis, strategic recommendations for enhancing integrity have been formulated, with a primary focus on improving the implementation of governance and compliance, as well as the implementation of integrated GRC. Strategic recommendations are formulated based on the assessment components of governance and compliance undertaken by relevant institutions, as well as established GRC implementation guidelines recognized nationally and internationally. The recommendations are formulated in a general framework to provide a basis for relevant institutions in developing more specific strategies in accordance with their specific needs and available resources of each institution. Through the findings of this research, it is expected that public sector organizations in Indonesia will be able to enhance more effective governance and compliance
practices, thus comprehensively implement integrated GRC systems, thereby fostering enhanced integrity within the organization.
Collections
- MT - Business [4063]
