PENGARUH ADOPSI INOVASI DIGITAL TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KEBERLANJUTAN PADA PEMBUDIDAYA IKAN SKALA KECIL
Date
2025Author
Rahmawati, Retno Erlina
Cahyadi, Eko Ruddy
Hidayatulloh, Furqon Syarief
Metadata
Show full item recordAbstract
Subsektor perikanan budidaya yang menjadi tumpuan produksi perikanan nasional mengalami hambatan dalam meningkatkan hasil produksi selama enam tahun terakhir. Kurang optimalnya produksi perikanan budidaya disebabkan beberapa kendala diantaranya pemanfaatan lahan yang belum optimal (7,6% dari total 2 juta Ha lahan potensial) dan pelaku usaha perikanan budidaya mayoritas adalah pembudidaya skala kecil dengan teknologi tradisional dan luasan lahan yang dikelola kurang dari 2 Ha (KKP 2022). Pembudidaya ikan skala kecil mengalami keterbatasan sumber daya produksi, keterbatasan akses ke sarana input produksi, pasar, dan sumber teknologi, serta keterbatasan skill untuk menggunakan teknologi budidaya modern. Diinisiasi sejak tahun 2022, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan program yang berfokus pada pengembangan aspek teknis dan manajerial bagi pelaku usaha dan pelaku pendukung melalui penerapan inovasi dan teknologi pada usaha perikanan. Program Smart Fisheries Village (SFV) memberikan pelatihan, pendampingan, dan penyuluhan kepada pembudidaya ikan untuk mengenal dan menggunakan sosial media, e-commerce, aplikasi pembukuan digital, dan alat pemberi pakan secara otomatis (automatic feeder). Setelah program dilaksanakan, belum dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan adopsi inovasi digital. Indikator kuantitatif yang mengukur kesiapan dan respon pembudidaya dalam mengadopsi inovasi digital menjadi bagian penting dari indikator kinerja program. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi sosial demografi, kategori adopter, tingkat adopsi inovasi digital, faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi digital dan menganalisis pengaruh adopsi inovasi terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan. Penelitian dilakukan di dua desa yang telah melaksanakan pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan terkait inovasi promosi melalui sosial media, transaksi e-commerce, penggunaan aplikasi pembukuan digital, dan inovasi pemberian pakan secara otomatis (automatic feeder) yaitu Desa Kawali, Kabupaten Ciamis dan Desa Mangunegara, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi analisis deskriptif dan inferensial untuk menguji hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inovasi mayoritas pembudidaya adalah kelompok laggards. Pada kelompok ini, mayoritas pendidikan pembudidaya adalah lulusan SD bahkan ada yang tidak lulus SD, pengalaman usaha lebih dari 20 tahun, luas lahan yang dikelola di bawah 500 m2, dan mayoritas pendapatan per bulan berada pada kisaran Rp105.000-Rp2.178.750. Tingkat adopsi inovasi digital berupa promosi melalui media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang, namun transaksi e-commerce, pembukuan digital, dan pemberian pakan otomatis sebagian besar berada pada kategori rendah. Faktor yang memengaruhi adopsi inovasi digital pembudidaya ikan adalah niat untuk mengadopsi inovasi digital, sedangkan niat dipengaruhi oleh sikap dan persepsi kontrol perilaku. Sikap pembudidaya terhadap inovasi digital dipengaruhi oleh persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan inovasi digital. Adopsi inovasi digital memberikan pengaruh positif dan siginifikan terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan. Untuk meningkatkan adopsi inovasi digital pada pembudidaya ikan skala kecil, beberapa langkah manajerial yang dapat menjadi masukan untuk pelaksanaan program selanjutnya yaitu melakukan segmentasi peserta pelatihan, pendampingan dan penyuluhan inovasi digital berdasarkan pengelompokkan kategori adopter, mengembangkan materi pelatihan tentang manfaat inovasi digital untuk menjaga kestabilan harga, mengembangkan teknis pelatihan pelatihan yang dilengkapi praktik langsung penggunaan inovasi digital, menitikberatkan pendampingan selanjutnya pada pada jenis inovasi digital yang secara umum tingkat adopsinya masih rendah yaitu transaksi e-commerce, pembukuan digital, dan penggunaan alat pemberian pakan otomatis (automatic feeder).
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
