Pengaruh Pemberian Asap Cair terhadap Karakteristik Organ Dalam dan Organ Reproduksi Puyuh Betina Umur 40-47 Minggu
Abstract
Asap cair merupakan bahan aditif yang berfungsi sebagai antioksidan alami dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian asap cair terhadap karakteristik organ dalam dan organ reproduksi puyuh betina umur 40-47 minggu. Pemberian asap cair diharapkan tidak memberi pengaruh negatif terhadap karakteristik organ dalam dan organ reproduksi puyuh betina. Peubah yang diamati yaitu persentase bobot hati, jantung, limpa, rampela, proventrikulus, usus, sekum, dan kolon, relatif panjang saluran infundibulum, magnum, isthmus, uterus dan vagina, serta jumlah folikel telur. Kegiatan penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Terdiri dari 4 perlakun asap cair (P0: air minum tanpa pemberian asap cair, P1: pemberian asap cair 0,25 mL/L air; P2: pemberian asap cair 0,5 mL/L air; P3: pemberian asap cair 1 mL/L air). Data dianalisis menggunakan aplikasi Minitab dengan metode uji ANOVA. Hasil penelitian pemberian asap cair tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan aditif alami dan pemberian sampai dengan dosis 1 ml/L air minum tidak mengganggu sistem kerja organ dalam, pencernaan dan reproduksi. Liquid smoke is an additive that functions as a natural antioxidant and boosts
the immune system. This study aims to determine the effect of liquid smoke on the
characteristics of internal organs and reproductive organs of laying quails aged 40-
47 weeks. Liquid smoke feeding is not expected to negatively affect the
characteristics of internal organs and reproductive organs of laying quail. The
observed variables were the percentage weight of liver, heart, spleen, rampela,
proventriculus, intestine, cecum, and colon, relative length of infundibulum,
magnum, isthmus, uterus and vagina, and the number of egg follicles. The research
activities were carried out using a completely randomized design method with 4
treatments and 3 replications. Consists of 4 liquid smoke treatments (P0: drinking
water without liquid smoke, P1: liquid smoke 0.25 mL/L water; P2: liquid smoke
0.5 mL/L water; P3: liquid smoke 1 mL/L water). Data were analyzed using Minitab
application with ANOVA test method. The results of the study showed that coconut
shell liquid smoke can be used as a natural additive and administration up to a dose
of 1 mL/L drinking water does not interfere with the work system of internal organs,
digestion and reproduction.
