Performa Itik Cihateup Dan Pajajaran Serta Silangannya Pada Periode Grower Di Keturunan Pertama
Date
2025Author
Supono, Fadhillah Husna Rahmawati
Dewi, Sari Putri
Mawaddah, Siti
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu provinsi dengan populasi itik terbanyak di Indonesia yaitu
Provinsi Jawa Barat. Diantara itik-itik lokal khas Jawa Barat yang memiliki potensi
tinggi untuk dibudidayakan sebagai ternak unggulan yaitu itik Cihateup dan itik
Pajajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis performa itik
Cihateup, itik Pajajaran, dan hasil silangannya pada fase grower sebagai keturunan
pertama unggulan Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 perlakuan yaitu P1 (Cihateup ? x
Cihateup) ?, P2 (Pajajaran ? x Cihateup ?), P3 (Pajajaran ? x Pajajaran ?), P4
(Cihateup ? x Pajajaran ?) dan 4 ulangan dalam setiap perlakuan. Parameter yang
diamati meliputi konsumsi pakan, bobot badan dan pertambahan bobot badan, FCR
BB dan FCR PBB. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan 2 yaitu (Pajajaran
? x Cihateup ?) menghasilkan performa periode grower yang lebih baik dari hasil
persilangan antara kedua galur (Pajajaran x Cihateup) dan hasil persilangan itik
murni menunjukkan bahwa perlakuan 1 (Cihateup ? x Cihateup ?) menghasilkan
performa grower terbaik. Kedua perlakuan menghasilkan performa terbaik
dibuktikan dengan rataan bobot dan pertambahan bobot badan yang paling tinggi
serta nilai FCR BB dan PBB yang rendah. One of the provinces with the largest duck population in Indonesia is West
Java Province. Among the local ducks typical of West Java that have high potential
to be cultivated as superior livestock are Cihateup ducks and Pajajaran ducks. This
study aims to study and analyze the performance of Cihateup ducks, Pajajaran
ducks, and their crossbreeds in the grower phase as the first breed of West Java's
flagship. The research method used was a factorial Completely Randomized Design
(CRD) with 4 treatments namely P1 (Cihateup ? x Cihateup) ?, P2 (Pajajaran ? x
Cihateup ?), P3 (Pajajaran ? x Pajajaran ?), P4 (Cihateup ? x Pajajaran ?) and 4
replicates in each treatment. Parameters observed included feed consumption, body
weight and body weight gain, FCR BB and FCR PBB. This study showed that
treatment 2 (Pajajaran ? x Cihateup ?) produced better grower period performance
than the cross between the two strains (Pajajaran x Cihateup) and the cross of pure
ducks showed that treatment 1 (Cihateup ? x Cihateup ?) produced the best grower
performance. Both treatments produced the best performance as evidenced by the
highest average weight and body weight gain as well as low FCR values for BB and
PBB.
