Strategi Komunikasi Informasi untuk Mengembangkan Kualitas Berita Sejarah pada Program “Dulu Kala” di Kompas TV
Abstract
Kemajuan teknologi informasi di Indonesia telah membawa perubahan besar dalam pola konsumsi berita masyarakat termasuk dalam hal berita sejarah. Media konvensional seperti televisi bersaing dengan media digital yang menawarkan kemudahan akses dan kecepatan informasi. Kompas TV sebagai salah satu media berita nasional merespon tantangan ini dengan menghadirkan Program Dulu Kala yang menyajikan berita sejarah secara menarik, informatif, dan mudah dipahami, terutama untuk generasi muda. Program ini tidak hanya menampilkan peristiwa sejarah yang jarang diketahui, tetapi juga mengaitkannya dengan konteks sosial, budaya, dan politik masa kini agar lebih relevan dan membangun rasa ingin tahu masyarakat terhadap perjalanan bangsa.
Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi informasi yang digunakan Kompas TV dalam meningkatkan kualitas berita sejarah pada Program Dulu Kala. Metode yang digunakan berupa studi kasus kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi program, dan kuesioner kepada audiens. Hasil penelitian menunjukkan Kompas TV mengedepankan narasi yang informatif dan relevan, pemanfaatan arsip visual yang menarik, penggunaan voice over dengan gaya khas, serta teknik editing yang memperkuat alur cerita. Penyebaran konten dilakukan melalui berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram sehingga jangkauan pemirsa semakin luas dan keterlibatan masyarakat meningkat.
Strategi komunikasi informasi yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas berita sejarah berdasarkan beberapa indikator, seperti akurasi informasi, kedalaman analisis, presentasi yang menarik, dan relevansi konten dengan kebutuhan audiens masa kini. Analisis SWOT dalam penelitian ini menyoroti keunggulan program pada aspek kreativitas penyajian dan pemanfaatan media digital, meskipun tantangan tetap ada pada persaingan konten sejarah dan kebutuhan inovasi yang berkelanjutan. Kuesioner yang disebarkan kepada audiens menunjukkan penilaian sangat baik pada aspek visual, audio, kepercayaan, relevansi, serta inspirasi dari Program Dulu Kala. Audiens juga merasa lebih terlibat dan mudah mengakses konten sejarah melalui media sosial. The advancement of information technology in Indonesia has brought about major changes in peocple's news consumption patterns, including in terms of historical news. Conventional media such as television competes with digital media that offers easy access and speed of information. Kompas TV as one of the national news media responds to this challenge by presenting the Dulu Kala Program which presents historical news in an interesting, informative, and easy-to-understand manner, especially for the younger generation. This program not only presents historical events that are rarely known, but also relates them to the current social, cultural and political context to make them more relevant and build public curiosity about the nation's journey.
This research aims to examine the information communication strategy used by Kompas TV in improving the quality of historical news in the Dulu Kala Program. The method used is a qualitative case study, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, program documentation, and questionnaires to the audience. The results showed that Kompas TV prioritizes informative and relevant narratives, the use of interesting visual archives, the use of voice over with a distinctive style, and editing techniques that strengthen the storyline. Content dissemination is carried out through various digital platforms such as YouTube, TikTok, and Instagram so that the reach of viewers is wider and community involvement increases.
The information communication strategy implemented was able to improve the quality of historical news based on several indicators, such as accuracy of information, depth of analysis, engaging presentation, and relevance of content to the needs of today's audience. The SWOT analysis in this study highlighted the program's strengths in terms of presentation creativity and the use of digital media, although challenges remain in the competition for historical content and the need for continuous innovation. The questionnaire distributed to the audience showed excellent ratings on the visual, audio, trust, relevance, and inspiration aspects of the Dulu Kala Program. Audiences also feel more engaged and easily access historical content through social media.
