Rekayasa Penetasan Telur Ulat Sutra Eri (Samia cynthia ricini) dengan Penambahan DMSO.
Date
2025Author
Fathonah, Hafidhah Nur
Endrawati, Yuni Cahya
Atmowidi, Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) mampu menghasilkan ±300 butir telur per ekor ngengat dan tanpa diapause. Oleh karena itu, peternak mengalami kesulitan dalam penanganan telur sehingga diperlukan pengendalian penetasan telur melalui proses penyimpanan dingin. Optimasi penundaan penetasan telur dapat dilakukan dengan penggunaan dimetil sulfoksida (DMSO). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan DMSO terhadap penetasan telur ulat sutra eri. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu penyimpanan telur suhu dingin (±5 oC) selama 7 hari tanpa dan dengan penambahan DMSO serta 10 hari tanpa dan dengan penambahan DMSO. Hasil penelitian menunjukkan penambahan DMSO dapat menunda waktu penetasan telur selama 10,63±1,97 hari pada penyimpanan 7 hari dan 17,00±0,00 hari penyimpanan 10 hari dengan persentase penetasan 5,28%±6,31% pada perlakuan 7 hari dan 0,56%±0,96% pada perlakuan 10 hari. Persentase kelangsungan hidup larva menjadi 0% pada keduanya. Durasi penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan persentase penetasan, penurunan kelangsungan hidup larva, serta perlambatan perkembangan embrio. The eri silkworm (Samia cynthia ricini) produces around 300 eggs per moth without diapause, complicating management of hatching for farmers. Consequently, controlling egg hatching through becomes essential. Utilizing dimethyl sulfoxide (DMSO) can optimize these techniques. This study examines how the addition of DMSO affects the hatching of eri silkworm eggs. The aim is to analyze DMSO's impact on the hatching of eri silkworm eggs. The study includes four treatments: storing eggs at cold temperatures (around 5 °C) for 7 days without and without DMSO also 10 days without and with DMSO. The results indicated that DMSO during cold storage extends hatching time by 10.63±1.97 days with 7 days and 17.00±0.00 days with 10 days with hatching percentages 5.28%±6.31% for the 7-day treatment and 0.56%±0.96% for the 10-day treatment, while larval survival dropped to 0% in the first instar. The duration of egg storage influenced hatching percentage, reduced larval survival, and slowed embryo development. These results suggest potential transformative applications for silkworm breeding practices.
