Prospek Pengembangan Usaha Peternakan dengan Sistem Kandang Komunal (Studi Kasus Kandang Komunal SATRIA PADU, Tuban)
Abstract
Kabupaten Tuban mengalami penurunan populasi ternak akibat pengelolaan tradisional, kurangnya perhatian ekonomi, kandang yang tidak standar, dan keterbatasan lahan. Kandang Komunal SATRIA PADU di Desa Wadung, Kecamatan Jenu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas ternak dengan kapasitas kandang 100 ekor sapi dan 200 ekor kambing/domba. Karena konsep kandang komunal masih tergolong baru di wilayah ini, penelitian dilakukan untuk menganalisis prospek keberlanjutan usahanya menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui analisis MDS (Multi Dimensional Scaling) dengan pendekatan RAP-UPTRP Penelitian melibatkan 30 responden peternak dengan kepemilikan
ternak 5 sampai 10 ekor. Hasilnya menunjukkan indeks keberlanjutan usaha
kandang komunal cukup berkelanjutan dengan skor 65,43. Indikator teknologi
berpengaruh tinggi (79,80), sedangkan sosial budaya (54,64) dan ekonomi (61,84)
membutuhkan perhatian lebih, terutama pada aspek dengan sensitivitas tinggi. Data
yang diperoleh dianggap valid selisih MDS dengan Monte Carlo <5% yaitu sebesar
1,07%, nilai stress <0,25% yaitu 0,14%, dan R2 mendekati 100% yaitu 95,33%.
