Strategi Komunikasi Visual Nonverbal Konten Edukasi Tuli di TikTok @assyiffadindha dalam Membangun Engagement
Abstract
Komunikasi menjadi aspek penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya
ialah komunikasi nonverbal. Saat ini, berkomunikasi dapat dilakukan melalui media
sosial yang telah berkembang menjadi alat untuk menciptakan komunikasi inklusif
bagi para disabilitas, khususnya para disabilitas Tuli. @assyiffadindha merupakan
salah satu kreator yang membuat konten edukasi mengenai bahasa isyarat di
platform TikTok. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis strategi konten
edukasi bahasa isyarat dalam membangun engagement dengan audiens berdasarkan
teori dimensi komunikasi dan juga untuk melihat bagaimana audiens merespon
konten edukasi Tuli yang diunggah oleh kreator @assyiffadindha di platform
TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus
pada menggambarkan suatu fenomena sosial secara mendalam tanpa melibatkan
pengukuran angka atau statistik. Data penelitian dikumpulkan dengan menganilisis
video di TikTok @assyiffadindha yang diperkuat dengan tinjauan literatur dari
berbagai sumber yang relevan dengan penelitian dan juga data melalui wawancara
dengan beberapa narasumber terkait.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa @assyiffadindha mampu menyajikan
aspek lima dimensi komunikasi untuk membangun engagement melalui unggahan
konten edukatif mengenai bahasa isyarat yang dibagikannya di TikTok. Strategi
yang digunakan oleh @assyiffadindha dalam membuat konten edukasi dianalisis
menggunakan teori difusi inovasi oleh Rogers dan Shoemaker (2004). Respon
audiens terhaadap konten edukasi yang diunggah oleh @assyiffadindha dianalisis
menggunakan engagement theory oleh Kearsley dan Schneiderman (1999). Konten
yang dibuat oleh @assyiffadindha menggunakan teknik rule of thirds, yaitu prinsip
dasar dalam komposisi visual yang digunakan dalam seni visual. Teknik tersebut
dilakukan guna membantu untuk menciptakan tata letak visual yang seimbang dan
juga menarik. @assyiffadindha juga membuat subtitle manual dalam videonya agar
konten tersebut dapat dimengerti oleh audiens yang belum mengetahui atau
memahami mengenai bahasa isyarat.
Strategi lain yang juga digunakan selain melalui teori lima dimensi
komunikasi ialah adanya konsistensi dalam membuat konten. Tahun 2023 hingga
2024 terlihat bahwa @assyiffadindha konsisten dalam membuat konten edukasi
tersebut. Respon audiens menunjukkan banyak komentar positif dengan adanya
konten edukasi Tuli tersebut, beberapa audiens mendukung konten tersebut dengan
komentar “semangat”, “terima kasih”, serta komentar lainnya yang menunjukkan
ketertarikan untuk belajar bahasa isyarat. Hasil penelitian juga menunjukkan media
sosial mampu membantu @assyiffadindha mengatasi keterbatasannya dalam
berkomunikasi melalui fitur-fitur yang telah disediakan oleh platform TikTok,
seperti membuka fitur kolom komentar. Strategi ini dapat diadopsi oleh para kreator
disabilitas untuk menyuarakan suaranya di media sosial sehingga dapat lingkungan
yang inklusif bagi para disabilitas.
