View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Isolasi dan Karakterisasi Azospirillum sp. Indigenus Penghasil Asam Indol Asetat Asal Tanah Rizosfer

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (17.28Mb)
      Date
      2007
      Author
      Astuti, Ary
      Wahyudi, Aris Tri
      Mubarik, Nisa Rachmania
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Azospirillum sp. merupakan bakteri yang berpotensi di bidang agronomi karena bakteri ini berasosiasi dengan tanaman pertanian penting seperti padi, jagung, gandum, sorghum, dan tebu. Azospirillum sp. mampu memproduksi hormon pemacu pertumbuhan tanaman, memfiksasi nitrogen, melarutkan fosfat, dan mensintesis siderofor, sehingga dapat meningkatkan perolehan nutrisi oleh akar. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi, karakterisasi, pergukuran produksi asam indol asetat (AIA), pengujian pelarutan fosfat, pembuatan kurva pertumbuhan Azospirillum sp.. dan uji pemacuan pertumbuhan melalui perkecambahan biji. Isolasi Azospirillum sp. dilakukan dengan metode Gamo & Ahn yang dimodifikasi. Karakterisasi terbatas dilakukan dengan menumbuhkan Azospirillum sp. pada medium agar kentang, pewarnaan Gram, dan uji oksidase. Pengukuran produksi asam indol asetat (AIA) dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan reagen Saikowski dan pengujian pelarutan fosfat dilakukan dengan menumbuhkan Azospirillum sp. pada medium Pikovskaya. isolat Azospirillum sp. yang berhasil diisolasi sebanyak 17 isolat dan seluruhnya dapat menghasilkan AIA. Konsentrasi AIA yang dihasilkan pada medium NFb yang ditambahkan triptofan berkisar antara 6.7-53.2 ppm. Sedangkan pada medium NFb tarpa triptofan, hanya isolat KRWI, BGR11, dan BGR12 yang dapat menghasilkan AIA. Konsentrasi AIA yang dihasilkan oleh isolat-isolat tersebut berkisar antara 0.4-1.8 ppm. Konsentrasi AIA yang dihasilkan oleh Azospirillum sp. pada medium dengan triptofan lebih tinggi daripada medium tanpa triptofan. Produksi AIA pada isolat BGR22 mulai terdeteksi pada jam ke-6 dengan konsentrasi 0.2 ppm. Perkecambahan biji kedelai Tanggamus yang diinokulasi dengan isolat RMG11 menghasilkan peningkatan panjang batang, sedangkan inokulasi dengan isolat BGR22 dan RMG11 menghasilkan peningkatan jumlah akar lateral pada kecambah kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa isolat-isolat tersebut mampu memacu pertumbuhan kedelai. Dari 17 isolat tersebut, isolat yang mampu melarutkan fosfat berjumlah 9 isolat. Isolat IDM3 memiliki indeks pelarutan fosfat tertinggi yaitu 0.83.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163013
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository