Poliblend Polipropilena, Polikaprolakton, dan Elevated Culfree Microorganism
View/ Open
Date
2005Author
Akbar, Riyadi
Soebrata, Betty Marita
Kemala, Tetty
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan penggunaan plastik diiringi oleh timbulnya masalah lingkungan karena sebanyak 50% dari produk plastik adalah kemasan sekali pakai dan 80% dari konsumsinya berpeluang sebagai limbah. Pembuatan plastik biodegradabel bertujuan untuk menghasilkan plastik yang ramah lingkungan, salah satu caranya adalah mencampurkan polimer sintetik dengan polimer alam melalui teknik blending fisik. Blending polipropilena, polikaprolakton dan aditif elevated culfree microorganism (ECM) diharapkan akan menghasilkan plastik yang tercampur secara fisik dan memiliki sifat fisik, kimia dan kehomogenan yang baik.
Proses pertama yang dilakukan adalah pencarian kondisi optimum blending yang dilakukan dengan alat labo plastomil. Hasil blending lalu dipres dengan mesin hydraulic press sehingga didapatkan bentuk film, kemudian film dilihat secara visual untuk menentukan film yang paling baik dan paling homogen. Uji tarik dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis plastik yang dihasilkan. Uji ketahanan kimia dilakukan dengan cara mencelupkan sampel ke dalam larutan H2SO4 20%, NaOH 40%, KCI 20% dan H₂O Analisis termal dengan differential scanning calorimetry (DSC) dilakukan untuk mengetahui temperatur titik leleh sebelum dan sesudah blending. Analisis dengan fourier transformed infrared dimaksudkan untuk mengetahui perubahan gugus fungsi polipropilena, polikaprolakton, dan ECM dengan poliblend.
Proses blending optimum dilakukan pada suhu 175°C dengan waktu 5 menit dan kecepatan 45 rpm. Dapat disimpulkan bahwa polimer campuran yang dihasilkan merupakan polimer yang bercampur secara fisik yang biasa disebut dengan poliblend. Hal ini tergambar dari hasil analisis gugus fungsi yang memperlihatkan tidak adanya gugus baru yang timbul. Poliblend ini mempunyai kuat tarik dan perpanjangan yang paling baik untuk komposisi penambahan polikaprolakton sebesar 4% (komposisi 2). Poliblend bersifat tahan terhadap asam, basa, garam, dan pH netral. Hasil analisis DSC menunjukkan tidak terjadi perbedaan titik leleh yang nyata.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
