Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Ketahanan korosi Baja AISI 304L dan 304
Abstract
Potensi radiasi yang masih tersisa dari limbah nuklir aktivitas tinggi khususnya yang berasal dari proses olah ulang reaktor sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Hingga dewasa ini tempat yang dianggap aman untuk menyimpan wadah limbah nuklir beraktivitas tinggi adalah formasi geologi dalam (underground waste disposal). Akan tetapi penyimpanan harus ditunjang dengan pemilihan material wadah yang tidak bocor atau tidak rusak karena lingkungannya dalam waktu yang sangat lama. Untuk mendapatkan material yang diinginkan perlu dilakukan pemilihan material wadah yang tahan terhadap serangan korosi yaitu, logam yang memiliki sifat pasif atau imun di lingkungan korosi. Dalam prakteknya logam yang mengalami pemasifan atau imun dilingkungan, masih mengalami degradasi (penurunan mutu) walaupun laju korosinya sangat rendah (Harsisto, 1999).
Dalam pengelolaan limbah radioaktif, baja tahan karat austenit dipakai sebagai material wadah Limbah Cair Aktivitas Tinggi (LCAT). Proses pengolahan limbah nuklir dimulai dengan vitrifikasi limbah dengan gelas borosilikat kemudian dimasukkan kedalam wadah pada suhu 1100°C. Wadah yang berisi gelas limbah ini kemudian akan disimpan abadi pada formasi geologi dalam (underground waste disposal) ± 500-1000 meter dari permukaan. Dalam proses vitrifikasi, wadah mengalami siklus panas ketika penuangan gelas limbah dan memungkinkan wadah tersensitisasi (terbentuknya Cr23C6 pada batas butir). ...
Collections
- UT - Physics [1244]

