Validasi Keterulangan Metode Penentuan Diosmin pada Obat Bahan Alam Antiinflamasi
View/ Open
Date
2005Author
Shopiyuddin, Chepi
Darusman, Latifah K.
Batubara, Irmanida
Metadata
Show full item recordAbstract
Pemakaian obat bahan alam meningkat sejalan dengan riset yang menunjukkan keamanan bahan tersebut. Riset tersebut sangat berkaitan dengan zat aktif yang terkandung di dalam obat. Diosmin merupakan salah satu zat aktif yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Obat-obat antiinflamasi dari bahan alam saat ini belum memiliki standar analitik tertentu. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterulangan metode penentuan diosmin pada produk obat bahan alam (Hemorid) antiinflamasi dan mengetahui faktor-faktor pengganggu analisis.
Diosmin diekstraksi dari obat alam Hemorid, Wasir, Jamu Wasir, jamu Jaya Asli, dan Prouric dengan cara refluks menggunakan 10% dimetil sulfoksida dan dianalisis kandungannya mengunakan kromatografi lapis tipis analitik dan uji fitokimia. Salah satu dari ekstrak jamu dipilih untuk diinjeksikan ke dalam kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan metode penambahan standar. Analisis limit deteksi dan limit kuantisasi dengan KCKT dilakukan pada dua kondisi. Kondisi KCKT pertama menggunakan eluen metanol 60%v/v sedangkan kondisi KCKT kedua menggunakan eluen metanol 50%v/v. Hasil analisis diosmin pada ekstrak jamu dengan KCKT menunjukkan waktu retensi 2.724 ± 0.011 menit, sedangkan standar diosmin menunjukkan waktu retensi 2.717 menit. Analisis kadar diosmin dalam serbuk jamu sebesar 24.77 ppm atau 0.82%b/b. Analisis limit deteksi dan limit kuantisasi pada kondisi KCKT pertama sebesar 0.01 ppm dan 0.1 ppm, sedangkan pada kondisi KCKT kedua sebesar 2.40 ppm dan 10 ppm.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
