Penetapan Kapasitas Jerapan Zeolit dan Zeolit Termodifikasi Heksadesiltrimetilamonium Bromida Terhadap K2Cr2O7
Abstract
Senyawa kromium di alam terdapat dalam tiga bentuk stabil, yaitu kromium logam, kromium trivalen, dan kromium heksavalen. Diantara ketiga bentuk tersebut kromium heksavalen merupakan yang paling toksik dan umumnya terdapat dalam bentuk anion, yaitu sebagai kromat (CrO42) dan dikromat (Cr2O72 ). Oleh karena itu, sangat penting untuk menurunkan kadarnya dalam lingkungan. Zeolit merupakan salah satu bahan mineral yang cukup melimpah yang telah dilaporkan mampu menjerap kromium. Zeolit yang telah dimodifikasi dengan heksadesiltrimetilamonium bromida (HDTMABr) mampu menjerap kromium dalam bentuk anion. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh waktu, konsentrasi dan pH larutan kalium dikromat terhadap jerapan kromium oleh zeolit dan zeolit modifikasi HDTMABr, serta penetapan pemulihan (recovery) kromium yang telah terjerap.
Kapasitas jerapan zeolit dan zeolit modifikasi yang telah diaktivasi ditentukan dengan cara pengocokan 2,5 gram zeolit dalam larutan kromium sebanyak 10 ml... Aktivasi zeolit dilakukan pada suhu 150°C selama 2 jam. Modifikasi zeolit dilakukan dengan cara mengocok dengan HDTMABr sebanyak 2x nilai kapasitas tukar kation (KTK) selama 8 jam. HDTMABr terjerap diukur dengan metode Kjeldahl. Pengaruh waktu terhadap jerapan ditentukan dengan pengocokan selama waktu 0, 2, 5, 8, 12, 16, 20, 24, dan 30 jam. Pengaruh konsentrasi ditentukan dengan cara pengocokan zeolit dalam larutan kalium dikromat dengan konsentrasi 0, 5, 50, 100, 200, 300, 400, dan 500 mg/L.. Pengaruh pH larutan ditentukan dengan cara pengocokan pada larutan dengan pH 3, 7, dan 11. Zeolit yang digunakan dicirikan dengan penetapan nilai KTK dan nisbah Si/Al. Ekstraksi dengan larutan pengekstraksi NaOH 0,5M-Na2CO3 0,28M dilakukan untuk mengetahui kemungkinan regenerasi pada zeolit dan pemulihan kromium yang telah terjerap.
Hasil yang diperoleh adalah waktu optimum jerapan setelah 24 jam. Jumlah HDTMABr yang terjerap pada zeolit sebesar 0,187 me/100 g. Kondisi terbaik penjerapan kromium heksavalen oleh zeolit dan zeolit modifikasi HDTMABr pada konsentrasi 300 mg/L dan suasana asam (pH 3) dengan kapasitas jerapan sebesar 0.53 mg/g zeolit untuk zeolit tanpa modifikasi dan 0.63 mg/g zeolit untuk zeolit modifikasi HDTMABr. Zeolit tanpa modifikasi mempunyai nilai KTK sebesar 86,28 me/100 g lebih tinggi dari pada zeolit modifikasi HDTMABr yaitu sebesar 72,79 me/100 g. Nilai Si/Al zeolit tanpa modifikasi sebesar 122.0 dan zeolit modifikasi HDTMABr sebesar 122.81. Ekstraksi kromium heksavalen oleh NaOH 0,5M-Na2CO3 0,28M mencapai nilai yang tinggi yaitu sebesar 90-100% pada konsentrasi 300-500 mg/L, sedangkan pada konsentrasi 5-200 mg/L sebesar 50-90%.
Collections
- UT - Chemistry [2299]
