Biodegradasi Polyblend (Polipropilena, Polikaprolakton dan Aditif Elevate Culfree Microorganism)
View/ Open
Date
2005Author
Perdiman, Nani Fibriani
Kemala, Tetty
Nurhidayat, Novik
Metadata
Show full item recordAbstract
Plastik banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, karena bersifat kuat, ringan, dan stabil, namun sulit terdegradasi oleh mikroorganisme sehingga menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Pengembangan bahan plastik biodegradabel merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah ini, dilakukan dengan cara mencampurkan polipropilena dengan polikaprolakton (PCL) dan aditif ECM (elevate culfree microorganism) yang bersifat degradabel sehingga menghasilkan plastik yang mudah dibiodegradasi. Pengujian biodegradasi dilakukan dengan metode penguburan tanah dan degradasi mikrobial dengan Aspergillus niger dan Pseudomonas aeruginosa. Karakterisasi meliputi pengujian kristalinitas dengan XRD (X-ray diffraction) dan scanning electron microscope (SEM). Hasil pengujian kristalinitas dengan XRD menunjukkan bahwa penambahan polikaprolakton yang semakin besar akan menurunkan derajat kristalinitasnya sehingga campuran polimer lebih bersifat amorf dan mudah dibiodegradasi. Analisis SEM secara kualitatif menunjukkan terdapat perbedaan penampakan topografi film tipis sebelum dan sesudah biodegradasi. Film tipis polyblend dapat dibiodegradasi baik oleh A. niger, P. aeruginosa, dan dikubur langsung dalam tanah. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya lubang sebagai efek biodegradasi oleh mikroorganisme.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
