View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perbandingan Metode Ekstraksi Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Uji Toksisitas Subkronis pada Tikus Putih

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.416Mb)
      Date
      2005
      Author
      Wulandari, Nur Dwi Mei
      Sajuthi, Dondin
      Suparto, Irma H.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan tumbuhan asli Indonesia yang sedang marak digunakan sebagai obat alternatif. Uji toksisitas subkronis dari buah mahkota dewa dilakukan untuk mengembangkan mahkota dewa sebagai sediaan fitofarmaka. Pemilihan metode ekstraksi dimaksudkan selain dapat menghasilkan ekstrak yang relatif banyak, juga tidak mengurangi aktivitas farmakologis dari tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua metode ekstraksi yaitu metode maserasi dan refluks, mengetahui pengaruh penggunaan pelarut, dan mengetahui pengaruh ekstrak mahkota dewa melalui uji toksisitas subkronis pada tikus Buah mahkota dewa diekstrak dengan metode refluks dan maserasi menggunakan pelarut etanol 30% (%) dan air. Ekstrak kering dari masing-masing metode diuji kandungan senyawa fitokimia dan dipisahkan menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif. Fraksi yang diduga mengandung senyawa flavonoid kemudian diidentifikasi menggunakan spektrofotometer ultraviolet (UV) dan inframerah (IR). Ekstrak kasar buah mahkota dewa diujikan kepada 36 ekor tikus putih, yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dosis yang digunakan yaitu 1250 mg/kg bobot badan dan 2500 mg/kg bobot badan setara dengan 50 dan 100 kali dosis konversi manusia. Hasil uji fitokimia buah mahkota dewa menunjukan bahwa dalam keempat ekstrak terdapat senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Hasil rendemen metode refluks tidak lebih tinggi dari metode maserasi. Dari hasil uji fitokimia fraksi-fraksi keempat ekstrak yang diduga mengandung senyawa flavonoid adalah fraksi Refluks Etanol-6, Refluks Air-6, Maserasi Etanol-6, dan Maserasi Air-7. Analisis UV dan IR keempat fraksi ini memperkuat dugaan bahwa keempat fraksi tersebut mengandung flavonoid. Hasil uji toksisitas subkronis menunjukkan bahwa pemberian ekstrak mahkota dewa pada tikus putih tidak mempengaruhi bobot badan dan histopatologi setelah diuji selama dua bulan baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Gambaran histopatologi menunjukkan tidak terdapat kelainan pada kelompok perlakuan maupun kontrol.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162802
      Collections
      • UT - Chemistry [2295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository