Pendugaan Garis Allometri untuk Menduga Bobot Badan Sapi Perah (Fries Holland) Melalui Pengukuran Lingkar Dada
View/ Open
Date
2000Author
Rosmiati, Eni
Sulvianti, Itasia Dina
Sumertajaya, I Made
Metadata
Show full item recordAbstract
Informasi mengenai bobot badan ternak merupakan hal penting yang perlu diketahui untuk menentukan nilainya, seperti produksi daging, harga jual, pemilihan bibit dan kebutuhan makanan. Namun, dalam menentukan bobot badan seekor ternak melalui penimbangan masih ada kesulitan dan hambatan dalam pengadaan alat timbangan. Oleh karena itu, diperlukan sarana penduga bobot badan yang praktis dan ekonomis untuk meningkatkan usaha ternak di lapang. Pendugaan bobot badan ternak melalui pengukuran permukaan tubuh ternak dapat menggunakan peralatan yang murah dan sederhana Beberapa penelitian yang telah dilakukan memperoleh penduga bobot badan yang paling baik yaitu melalui pengukuran lingkar dada, karena lingkar dada cenderung mengikuti pertambahan bobot badan.
Dalam penelitian ini, pendugaan bobot badan dilakukan dengan menggunakan analisis allometri sederhana yang sama hainya dengan analisis regresi sederhana, tetapi karena masing-masing peubah yang diukur bersifat acak maka digunakan analisis regresi sederhana model-II (regresi dengan galat pada peubah). Peubah yang diukur adalah bobot badan dalam satuan kg (sebagai Y) dan lingkar dada dalam satuan cm (sebagai X).
Model dugaan yang diperoleh untuk sapi dewasa (usia diatas 27 bulan) adalah: y = 0.000006 (3.48831) Nilai konstanta ẞ dalam kondisi isometri diharapkan sama dengan 3. Model di atas menunjukkan nilai konstanta ẞ > 3 yang berarti bahwa allometri antara lingkar dada dengan bobot badan adalah positif, sedangkan apabila nilai konstanta ẞ <3 menunjukkan allometri negatif.
