Aplikasi Rancangan Percobaan Kelompok Augment dalam Pemilihan Tanaman Jagung pada Kondisi Iklim Kering dan Normal
View/ Open
Date
2000Author
Permana, Deni Budiani
Sunarlim, Bunawan
Sumertajaya, I Made
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman jagung adalah tanaman yang biasa ditanam pada kondisi curah hujan yang cukup. pada kondisi curah hujan yang kurang tanaman jagung produksinya menurun. Jika jumlah perlakuan yang dicobakan banyak. penggunakan rancangan percobaan biasa tidak akan efektif dan efisien, baik dalam hal waktu, biaya, dan tenaga. Perlu diterapkan suatu rancangan yang tepat untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu rancangan yang dapat diaplikasikan adalah rancangan percobaan kelompok augment, suatu rancangan hasil modifikasi dari rancangan acak kelompok. Keuntungan rancangan ini adalah pada pengulangan yang hanya dilakukan pada perlakuan kontrolnya saja, sedangkan perlakuan augment-nya tidak dilakukan pengulangan. Analisis ragamnya hanya menggunakan data dari perlakuan kontrolnya saja.
Rancangan percobaan kelompok augment tersebut diaplikasikan pada percobaan di Plumbon. Cirebon. yang menggunakan 500 varietas/galur yang diplotkan pada lima buah blok, masing-masing blok diplot 100 varietas/galur ditambah lima varietas kontrol: KALINGGA, IKENE, TUXPENO. POP. 28. dan WISANGGENI secara acak. Peubah yang diamati untuk dianalisis adalah Berat Hasil Kering dan Tinggi Tanaman.
Hasil uji Dunnett pada data iklim normal untuk peubah Berat Hasil Kering diperoleh tiga varietas/galur yang dapat diklasifikasikan lebih baik dari varietas WISANGGENI. Tiga varietas/galur tersebut adalah POOL 5 G18 (S)C3 RM1 80-2. POOL 5 G18 (S)C3 RM1 321-2 dan POOL 4 C2 152-2. Pada peubah Tinggi Tanaman, tidak ada varietas/galur yang dapat dikategorikan lebih tinggi dari varietas WISANGGENI, tetapi ada tiga varietas/galur yang dikategorikan lebih rendah dari varietas WISANGGENI, yaitu varietas/galur POOL 4 C2 43. PULUT (Reg. 2029) dan GELATIK (Reg. 2174).
Uji Dunnett untuk data iklim kering. pada peubah Berat Hasil Kering diperoleh satu varietas/galur yang dapat diklasifikasikan lebih baik dari varietas WISANGGENI, yaitu varietas/galur POOL 5 G18 (S)C3 RM1 248-1. Pada peubah Tinggi Tanaman diperoleh tiga varietas/galur yang dapat diklasifikasikan lebih tinggi dari varietas WISANGGENI, yaitu varietas/galur POOL 5 G18 (S)C3 RM1 6-2. POOL 5 G18 (S)C3 RM1 6-3 dan POOL 5 G18 (S)C3 RM1 8-2. Juga diperoleh dua varietas/galur yang dapat diklasifikasikan sebagai varietas/galur yang memiliki karakteristik tinggi tanaman lebih rendah dari varietas WISANGGENI. Kedua varietas/galur tersebut adalah BOGOR 88 AL (8f) DAN ICSI P4G8 (SEL) 17S1-L PROL
